Di Indonesia, ekspor minyak sawit ke India pada 2025 diperkirakan bisa lebih dari 5 juta ton. Naik dibandingkan realisasi 2024 yang sebanyak 4,8 juta ton.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana proyeksi harga CPO untuk hari ini, Selasa (27/1/2026)? Apakah akan terjadi kenaikan tiga hari beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO nyaman di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 59. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari berada di 89. Hat-hati, karena sudah tergolong jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, harga CPO sepertinya berisiko turun. Target support terdekat adalah MYR 4.139/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5.
Jika tertembus, maka harga CPO bisa longsor ke rentang MYR 4.094-4.051/ton.
Namun jika harga CPO masih kuat menanjak, maka MYR 4.187/ton akan menjadi pivot point. Dari sini, harga bisa mengetes resisten MYR 4.194-4.236/ton.
Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di MYR 4.290/ton.
(aji)































