Logo Bloomberg Technoz

Setelah kabar tentang bot percakapan tersebut, saham Apple naik, melonjak hingga 1,7% ke level tertinggi sesi sebesar US$250,83 atau setara dengan Rp4,2 juta (asumsi kurs Rp16.907/US$). Perusahaan induk Google, Alphabet Inc., yang menyediakan teknologi dasar untuk proyek tersebut, naik 2,6% menjadi US$330,32 atau sekitar Rp5,5 juta pada pukul 14.54 di New York, Amerika Serikat.

Pembaruan Siri yang sebelumnya dijanjikan, yang bukan berupa bot percakapan—dengan tetap mempertahankan antarmuka saat ini— direncanakan untuk iOS 26.4, yang akan dirilis dalam beberapa bulan mendatang. Ide di balik peningkatan tersebut adalah untuk menambahkan fitur-fitur yang diperkenalkan pada 2024, termasuk kemampuan untuk menganalisis konten di layar dan mengakses data pribadi. Siri juga dinilai bakal lebih baik dalam melakukan pencarian di web.

Menurut sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan karena rencana tersebut bersifat pribadi, kemampuan chatbot akan hadir di akhir tahun ini. Perusahaan bertujuan untuk memperkenalkan teknologi tersebut pada Juni di Konferensi Pengembang Sedunia (Worldwide Developers Conference/WWDC) dan merilisnya pada September.

Campos, yang bakal mempunyai mode berbasis suara dan pengetikan, akan menjadi tambahan baru utama untuk sistem operasi Apple mendatang. Perusahaan mengintegrasikannya ke dalam iOS 27 dan iPadOS 27, keduanya diberi nama kode Rave, serta macOS 27, yang secara internal dikenal sebagai Fizz.

Selain antarmuka bot percakapan, sistem operasi tak mengalami perubahan besar tahun ini. Apple lebih fokus pada peningkatan kinerja dan perbaikan kesalahan (bug). Tahun lalu, mereka meluncurkan perombakan desain besar-besaran, menyatukan tampilan dan nuansa sistem operasinya.

Secara internal, Apple tengah menguji teknologi chatbot sebagai aplikasi Siri secara mandiri, mirip dengan opsi ChatGPT dan Gemini yang tersedia di App Store. Namun, perusahaan tidak berencana untuk menawarkan versi tersebut kepada pelanggan. Sebaliknya, mereka akan mengintegrasikan perangkat lunak (software) itu di seluruh sistem operasi mereka, seperti Siri saat ini.

Seorang juru bicara dari Apple yang berbasis di Cupertino, California, menolak untuk berkomentar kepada Bloomberg News.

Mengadopsi pendekatan chatbot merupakan pergeseran strategis bagi Apple, yang selama ini meremehkan alat AI percakapan yang dipopulerkan oleh OpenAI, Google, dan Microsoft Corp. Para eksekutif berpendapat bahwa pengguna lebih menyukai AI yang terintegrasi langsung ke dalam fitur—sesuatu yang telah dilakukan Apple dengan alat penulisannya, generator emoji Genmoji, dan ringkasan notifikasi—daripada pengalaman obrolan yang berdiri sendiri.

Apple akan merombak Siri menjadi chatbot bawaan iPhone dan Mac untuk menangkis serangan OpenAI. (Bloomberg)

VP Senior Bidang Rekayasa Perangkat Lunak Apple, Craig Federighi mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Tom's Guide pada Juni bahwa merilis chatbot bukanlah tujuan perusahaan. Apple tidak ingin mengirim pengguna “ke dalam pengalaman obrolan tertentu untuk menyelesaikan sesuatu,” kata dia.

Namun Apple berisiko makin tertinggal dari para pesaingnya tanpa bot percakapan sendiri. Samsung Electronics Co., Google, dan beberapa produsen ponsel pintar (smartphone) China sudah menyematkan AI percakapan secara mendalam ke dalam sistem operasi mereka. Alat-alat semacam itu menjadi semakin penting, dengan ChatGPT melampaui 800 juta pengguna aktif mingguan pada Oktober.

Apple akan merombak Siri menjadi chatbot bawaan iPhone dan Mac untuk menangkis serangan OpenAI. (Bloomberg)

OpenAI siap menjadi pesaing Apple yang lebih kuat, menambah tekanan lebih lanjut. Pembuat ChatGPT ini berupaya mengembangkan perangkat lunaknya menjadi sistem operasi AI. Mereka juga sedang mengerjakan perangkat baru di bawah arahan eks Kepala Desain Apple, Jony Ive.

Perusahaan AI tersebut telah merekrut puluhan insinyur Apple dalam beberapa bulan terakhir, sebuah langkah yang membuat para eksekutif pembuat iPhone geram dan memicu kekhawatiran tentang OpenAI yang berpotensi menjadi ancaman bagi bisnis inti mereka.

Seperti ChatGPT dan Google Gemini, bot percakapan Apple bakal memungkinkan pengguna untuk mencari informasi di web, membuat konten, menghasilkan gambar, meringkas informasi, dan menganalisis file yang diunggah. Chatbot ini juga akan memanfaatkan data pribadi untuk menyelesaikan tugas, sehingga dapat lebih mudah menemukan file, lagu, acara kalender, dan pesan teks tertentu.

Ilustrasi Persaingan chatbot Gemini AI dan OpenAI (Diolah)

Berbeda dengan bot percakapan pihak ketiga yang berjalan di perangkat Apple, penawaran yang direncanakan ini dirancang untuk menganalisis open window dan konten di layar guna mengambil tindakan dan menyarankan perintah. Serta, juga akan mampu mengontrol fitur dan pengaturan perangkat, memungkinkannya untuk melakukan panggilan telepon, mengatur pengatur waktu, dan meluncurkan kamera.

Lebih penting lagi, Siri bakal diintegrasikan ke dalam semua aplikasi inti perusahaan, termasuk aplikasi untuk surat elektronik (e-mail), musik, siniar (podcast), televisi, perangkat lunak pemrograman Xcode, dan foto. Hal ini memungkinkan pengguna untuk melakukan lebih banyak hal hanya dengan suara mereka. Misalnya, mereka dapat meminta Siri untuk menemukan foto berdasarkan deskripsi isinya dan mengeditnya dengan preferensi tertentu—seperti memotong dan mengubah warna. Atau pengguna dapat meminta Siri di dalam aplikasi e-mail untuk menulis pesan kepada teman tentang rencana kalender yang akan datang.

Campos mungkin juga akan memberi keleluasaan Apple menghapus fitur Spotlight-nya. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk mencari konten di perangkat mereka dan melihat sejumlah informasi terbatas, seperti skor olahraga dan detil cuaca.

Baca Juga: OpenAI Mau Akuisisi Startup Besutan Veteran Apple Senilai Rp106 T

Salah satu isu yang sedang dibahas adalah seberapa banyak chatbot diizinkan untuk mengingat tentang penggunanya. ChatGPT dan tool AI percakapan lainnya dapat menyimpan memori yang luas tentang interaksi masa lalu, memungkinkan mereka untuk menggunakan percakapan dan detil pribadi ketika memenuhi permintaan. Apple tengah mempertimbangkan untuk membatasi kemampuan ini secara drastis demi menjaga privasi.

Bot percakapan ini akan menampilkan antarmuka pengguna yang dirancang oleh Apple, tetapi amat bergantung pada model AI khusus yang dikembangkan oleh tim Google Gemini—sebuah pengaturan yang pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News tahun lalu.

Pembaruan iOS 26.4 untuk Siri, versi sebelum chatbot sesungguhnya, bakal mengandalkan sistem yang dikembangkan Google yang secara internal dikenal sebagai Apple Foundation Models versi 10. Software tersebut bakal beroperasi pada 1,2 triliun parameter, sebuah ukuran kompleksitas AI.

Namun, Campos akan secara signifikan melampaui kemampuan tersebut. Chatbot ini bakal menjalankan versi yang lebih canggih dari model khusus Google, yang setara dengan Gemini 3, yang secara internal dikenal sebagai Apple Foundation Models versi 11.

Dalam potensi perubahan kebijakan bagi Apple, kedua mitra tersebut sedang membahas kemungkinan untuk menempatkan bot percakapan langsung pada server Google yang menjalankan cip (chip) canggih yang dikenal sebagai TPU (tensor processing unit), atau unit pemrosesan tensor. Sebaliknya, pembaruan Siri yang lebih cepat akan beroperasi di server Private Cloud Compute milik Apple sendiri, yang mengandalkan chip Mac kelas atas untuk pemrosesan.

Apple akan merombak Siri menjadi chatbot bawaan iPhone dan Mac untuk menangkis serangan OpenAI. (Bloomberg)

Apple membayar Google sekitar US$1 miliar atau setara Rp16,9 triliun setiap tahun untuk akses ke model-model tersebut. Perusahaan ini juga mungkin akan menggunakan teknologi Google untuk meningkatkan fitur Apple Intelligence yang sudah ada.

Bloomberg News melaporkan pertama pada Juni lalu bahwa Apple tengah mempertimbangkan penggunaan model eksternal untuk mengatasi masalah kecerdasan buatannya.

Apple mendesain Campos sedemikian rupa sehingga model-model dasarnya dapat diganti seiring waktu. Itu berarti perusahaan bakal mempunyai fleksibilitas untuk beralih dari sistem berbasis Google di masa depan apabila mereka memilih demikian. Apple pun sudah menguji chatbot tersebut dengan model AI China, yang menandakan rencana untuk akhirnya menerapkan fitur tersebut di negara itu, di mana Apple Intelligence belum tersedia.

Pembaruan Siri berikutnya dan Campos akan menyertakan fitur yang disebut World Knowledge Answers, yang pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News pada September. Fitur ini bakal memberikan respons yang dirangkum dari web—mirip dengan Perplexity dan ChatGPT—beserta kutipannya.

Petunjuk tentang pergeseran Apple ke arah bot percakapan muncul dalam beberapa bulan terakhir. Tahun lalu, perusahaan tersebut secara internal mengembangkan aplikasi bernama Veritas yang mengubah mesin Siri yang baru menjadi antarmuka chatbot berbasis teks. Aplikasi itu murni untuk pengujian dan tak direncanakan untuk dirilis ke publik.

Pergeseran strategis ini menyusul perubahan kepemimpinan di Apple. Kepala AI yang telah lama menjabat, John Giannandrea, diberhentikan dari jabatannya pada Desember, dan Federighi mengkonsolidasikan kendali atas upaya kecerdasan buatan Apple. Perusahaan juga telah merekrut Amar Subramanya sebagai wakil presiden AI yang melapor kepada Federighi. Sebelumnya, dia membantu memimpin pengembangan Gemini di Google.

(far/wep)

No more pages