Logo Bloomberg Technoz

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menyambut perkembangan terbaru tersebut. Dalam wawancara dengan penyiar lokal DR pada Rabu, ia mengatakan bahwa “hari ini berakhir lebih baik daripada saat dimulai.” Namun Rasmussen menambahkan, sudah jelas bahwa Trump belum meninggalkan ambisinya untuk menguasai Greenland, yang tetap menjadi “garis merah bagi Kerajaan Denmark.”

Trump mengatakan kepada wartawan setelah unggahannya bahwa ia akan segera merilis rincian kesepakatan tersebut. Ia menolak menjawab ketika ditanya apakah kesepakatan itu memberikan kepemilikan Greenland kepada AS. "Ini adalah kesepakatan jangka panjang. Ini adalah kesepakatan jangka panjang yang paling utama, dan saya pikir ini menempatkan semua pihak pada posisi yang sangat baik.” Ia menyebut kesepakatan itu akan berlaku untuk jangka waktu “tak terbatas.”

Axios melaporkan bahwa kerangka tersebut mencakup prinsip penghormatan terhadap kedaulatan Denmark atas Greenland. Sementara itu, The New York Times melaporkan secara terpisah bahwa para perwira militer senior dari negara-negara NATO pada Rabu membahas gagasan bahwa AS mungkin memperoleh kendali atas sebagian kecil wilayah di Greenland, meski surat kabar itu menyebut belum diketahui apakah gagasan tersebut termasuk dalam kerangka kesepakatan.

Dalam wawancara dengan CNBC, Trump mengatakan ia belum berbicara langsung dengan pejabat Denmark mengenai “konsep rencana” Greenland versinya, tetapi menambahkan bahwa ia berasumsi Rutte telah memberikan penjelasan kepada para pemimpin di sana. Ia juga mengatakan AS akan “terlibat” dalam hak mineral Greenland, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Rutte, dalam wawancara dengan Fox News, mengatakan mereka tidak membahas apakah Greenland akan tetap berada di bawah kendali Denmark sebagai bagian dari kesepakatan. Sebaliknya, ia mengatakan fokus pembicaraan adalah memastikan perlindungan NATO atas kawasan Arktik, produksi energi, dan pertahanan rudal.

“Kami berdua sepakat, jika melihat NATO dan apa yang dapat dilakukan NATO secara kolektif untuk memastikan seluruh kawasan Arktik aman, termasuk Greenland, kami akan bekerja pada bagian itu,” kata Rutte. “Akan ada—masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.”

Sisimiut, Greenland. Dok: Juliette Pavy/Bloomberg

Presiden AS itu mengatakan akan ada pembahasan tambahan mengenai sistem pertahanan rudal Golden Dome, yang ia jadikan alasan dalam mengejar Greenland. Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Utusan Khusus Steve Witkoff, serta “berbagai pihak lainnya” akan bertanggung jawab dalam perundingan, tambah Trump dalam unggahannya.

“Perundingan antara Denmark, Greenland, dan Amerika Serikat akan berlanjut dengan tujuan memastikan Rusia dan China tidak pernah mendapatkan pijakan—baik secara ekonomi maupun militer—di Greenland,” kata seorang juru bicara NATO dalam pernyataan setelah pertemuan Trump-Rutte, seraya menambahkan bahwa diskusi akan “berfokus pada upaya menjamin keamanan Arktik melalui kerja kolektif para Sekutu, khususnya tujuh negara Sekutu Arktik.”

Langkah gertakan Trump terkait Greenland sempat memicu krisis diplomatik dengan Eropa dan mengguncang pasar keuangan. Sehari sebelumnya, saham dan dolar AS melemah sebelum Trump melunak.

Parlemen Eropa membekukan ratifikasi perjanjian dagang Uni Eropa dengan AS sebagai respons atas meningkatnya ancaman Trump. Pada Sabtu, Trump mengatakan akan memberlakukan tarif sebesar 10% atas barang dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari, kecuali tercapai kesepakatan pembelian Greenland, dengan tarif naik menjadi 25% pada 1 Juni jika kesepakatan tidak tercapai hingga saat itu.

Meski krisis Greenland tampak mereda untuk sementara, presiden yang dikenal mudah berubah sikap ini berpotensi kembali memicu ketegangan di masa depan.

Dalam pidatonya di Davos pada Rabu, Trump menepis penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih pulau tersebut. Namun, ia tetap menggunakan bahasa bernada mengancam untuk menggambarkan apa yang akan terjadi jika Eropa tidak memenuhi tuntutannya.

“Anda bisa mengatakan ya, dan kami akan sangat menghargainya, atau Anda bisa mengatakan tidak, dan kami akan mengingatnya,” kata presiden.

Ia juga bereaksi keras terhadap pernyataan Rasmussen sebelumnya, yang mengatakan bahwa negaranya “tidak akan memasuki perundingan apa pun dengan dasar mengorbankan prinsip-prinsip fundamental.”

“Jika dia ingin mengatakan itu kepada saya, dia akan mengatakannya langsung di depan saya,” kata Trump tentang Rasmussen, ketika ditanya dalam pertemuan dengan pimpinan NATO mengenai pernyataan tersebut.

Langkah agresif Trump terhadap Greenland dinilai tetap berpotensi meninggalkan dampak jangka panjang terhadap hubungan AS dengan sekutu-sekutunya. Hal ini terjadi setelah setahun di mana ia menaikkan tarif terhadap mitra dagang lama, mengurangi dukungan bagi Ukraina dalam menghadapi Rusia, serta melemahkan berbagai institusi internasional.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney dalam pidatonya di Davos menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa terbaru menunjukkan “tatanan internasional berbasis aturan” pada dasarnya telah mati, dan negara-negara lain harus membangun kemitraan baru untuk menghadapi tekanan dari kekuatan besar. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan strategi perdagangan Trump bertujuan “melemahkan dan menundukkan Eropa.” Perdana Menteri Belgia Bart de Wever menyatakan ia tidak lagi menganggap AS sebagai sekutu.

Ambisi Trump terhadap Greenland turut membayangi pertemuan tahunan para elite bisnis dunia di Davos. Sebelum kedatangannya, para pejabat senior AS yang hadir di sana berupaya meredam kemungkinan konfrontasi terkait pulau tersebut.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mendorong para sekutu AS yang marah atas ancaman Trump untuk “bersantai” dan “menarik napas dalam-dalam,” serta menghindari aksi balasan. Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengisyaratkan pelunakan sikap itu dalam sebuah panel di Davos, dengan mengatakan kepada para pemimpin dunia dan tokoh bisnis bahwa situasi tersebut “akan berakhir dengan cara yang masuk akal.”

(bbn)

No more pages