Logo Bloomberg Technoz

ESDM, Pertamina Soal Stok BBM RI 23 Hari: Bukan Setelahnya Habis

Azura Yumna Ramadani Purnama
10 March 2026 10:00

Pengisian ulang bahan bakar minyak di SPBU./Bloomberg-David Paul Morris
Pengisian ulang bahan bakar minyak di SPBU./Bloomberg-David Paul Morris

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional selama 21—23 hari merupakan stok operasional yang dimiliki Indonesia dan pasokan tersebut terus diperbarui melalui produksi domestik dan pasokan impor.

Dengan begitu, pengertian cadangan sebanyak 23 hari tersebut bukan berarti sisa stok BBM nasional hanya tersisa 23 hari dan bakal habis setelah digunakan dalam masa waktu tersebut.

“Analoginya seperti yang saya sampaikan nih kalau kita punya toren di rumah itu kan setiap hari digunakan habis, tetapi setiap hari itu juga akan dilakukan pengisian. Sumbernya itu bisa dari produksi kita di dalam negeri dan juga yang tadi dari beberapa negara alternatif lainnya di luar wilayah Timur Tengah yang saat ini masih bergejolak,” kata juru bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia kepada awak media di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Senin (9/3/2026) malam.

Suasana pengisian BBM di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (1/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Anggia memastikan stok BBM yang dimiliki oleh Indonesia berada di atas standar nasional, sehingga dia mengimbau agar masyarakat tak perlu panik dan melakukan pembelian BBM secara secara berlebihan atau panic buying.

“Jadi gambarannya seperti itu. Jangan beranggapan bahwa 21 hari, kemudian dari tanggal 9 terus tanggal 30 Maret habis, enggak begitu perhitungannya, karena 21 hari ini standar minimum dan setiap harinya terus bertambah baik itu dari produksi dalam negeri ataupun dari crude yang kita beli dari luar,” ungkap dia.