Logo Bloomberg Technoz

Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran akumulasi oleh investor asing sepanjang perdagangan Rabu (21/1/2026):

  1. PT Astra International Tbk (ASII) Rp172,9 miliar
  2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp1162,9 miliar
  3. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp147,6 miliar
  4. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp121,24 miliar
  5. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp121,04 miliar
  6. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp75,61 miliar
  7. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) Rp65,8 miliar
  8. PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) Rp53,44 miliar
  9. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp40,6 miliar
  10. PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp38,92 miliar

BI Rate Ditahan

Momen tersebut bertepatan dengan pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia edisi Januari 2026. Gubernur Perry Warjiyo dan kolega memutuskan untuk mempertahankan BI Rate.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 20-21 Januari 2026 memutuskan untuk menahan level suku bunga acuan atau BI Rate tetap di level 4,75%.

Gubernur BI menjelaskan keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini yaitu pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya ketidakpastian global guna mendukung capaian sasaran inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Mengenai arah atau posisi kebijakan moneter ke depan, lanjut Perry Warjiyo, Gubernur BI, Ke depan, Bank Sentral akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini, dan tetap mencermati ruang penurunan suku bunga BI lebih lanjut. 

“RDG BI pada 20-21 Januari 2026 memutuskan untuk menahan BI Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility 3,75% dan suku bunga lending facility 5,5%,” papar Perry dalam Konferensi Pers RDG BI Januari 2026, Rabu.

(fad)

No more pages