Logo Bloomberg Technoz

Para sumber meminta tidak disebutkan namanya karena sensitivitas informasi tersebut.

BPCL tidak menanggapi permintaan komentar.

Pasar minyak dalam beberapa bulan terakhir mencermati dengan saksama aktivitas pembelian India, seiring sanksi AS terhadap produsen besar Rusia, termasuk Lukoil PJSC, serta tekanan berkelanjutan dari pemerintahan Donald Trump yang memaksa kilang-kilang mulai mengurangi ketergantungan pada minyak Rusia yang dijual dengan diskon.

Berbeda dengan pembelian spot yang bersifat oportunistis, perjanjian tahunan mencerminkan komitmen jangka panjang.

Para pejabat di New Delhi selama berbulan-bulan terakhir berada dalam posisi geopolitik yang rumit, menyeimbangkan hubungan lama India dengan Rusia dengan realitas tekanan politik dan ekonomi dari AS, yang tahun lalu memberlakukan tarif hukuman atas impor dari India. Hingga kini, kesepakatan dagang dengan Washington masih belum tercapai.

Sebagai salah satu indikasi meningkatnya perhatian pemerintah, unit perencanaan dan analisis Kementerian Perminyakan bulan lalu meminta kilang-kilang untuk menyerahkan rincian impor dari Rusia dan AS setiap pekan.

Permintaan itu disebut berasal dari arahan Kantor Perdana Menteri, menurut sumber yang mengetahui hal tersebut.

Namun, kilang-kilang besar mulai kembali ke pemasok tradisional. Reliance Industries Ltd. aktif di pasar spot Timur Tengah, membeli beberapa jenis minyak termasuk Qatar Land dan Al-Shaheen pada awal bulan ini, kata para pedagang.

“Kami pernah berada dalam situasi ketika sanksi tiba-tiba diberlakukan dan kami harus mengurangi pembelian,” kata Srinivas Tuttagunta, kepala operasi bisnis kilang dan perdagangan Reliance, dalam paparan kinerja pekan lalu.

Tuttagunta menambahkan bahwa perusahaan dapat mendekati perusahaan minyak nasional untuk pasokan alternatif tanpa mengganggu pasar spot.

Sementara itu, Mangalore Refinery and Petrochemicals Ltd. menyatakan tetap berkomitmen pada minyak mentah Timur Tengah, terutama dari Saudi Aramco, yang memberikan stabilitas pasokan terlepas dari kondisi geopolitik apa pun.

Hal itu disampaikan oleh direktur keuangan Devendra Kumar dalam paparan kinerja awal pekan ini. Perusahaan tersebut memperoleh sekitar 40% pasokan minyak mentahnya dari Timur Tengah.

Indian Oil Corp., yang merupakan kilang terbesar di India, juga meningkatkan pembelian minyak mentah dari Timur Tengah, baik melalui tender di pasar spot maupun lewat pemasok jangka panjang seperti Arab Saudi.

Perusahaan ini juga menerbitkan tender untuk pasokan dari kawasan Amerika pada akhir tahun lalu.

Impor minyak mentah Rusia oleh India, yang sempat mencapai puncak lebih dari 2 juta barel per hari, diperkirakan hanya berada di kisaran 1,2 juta hingga 1,4 juta barel per hari pada Januari, relatif tidak berubah dari level Desember.

Angka akhirnya bahkan bisa lebih rendah, menurut para eksekutif kilang pekan lalu.

(bbn)

No more pages