Logo Bloomberg Technoz

Bank Mandiri Percepat Inklusi Keuangan Lewat Livin’


(Dok. Mandiri)
(Dok. Mandiri)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Mandiri terus menegaskan perannya sebagai BUMN dan mitra strategis pemerintah dalam mempercepat transformasi digital sektor keuangan nasional. Komitmen ini tercermin dari dominasi transaksi non-cash ritel yang kini hampir sepenuhnya dilakukan secara digital melalui super app Livin’ by Mandiri.

Seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, Livin’ by Mandiri semakin memantapkan posisinya sebagai solusi finansial digital utama. Aplikasi ini tidak hanya mempermudah transaksi harian, tetapi juga menjadi motor penggerak akselerasi digital perbankan Bank Mandiri.

Hingga 30 November 2025, jumlah pengguna Livin’ by Mandiri telah melampaui 36,5 juta orang. Angka tersebut tumbuh signifikan sebesar 27,1 persen secara tahunan atau year on year, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital Bank Mandiri.

Pertumbuhan pengguna berbanding lurus dengan lonjakan aktivitas transaksi. Sampai dengan November 2025, Livin’ by Mandiri telah melayani 11,36 miliar transaksi, meningkat 21,6 persen secara YoY. Nilai transaksi yang tercatat pun mencapai Rp14.195 triliun, atau tumbuh 6,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyampaikan bahwa kinerja positif tersebut tidak terlepas dari penguatan layanan digital yang dilakukan secara konsisten. Bank Mandiri terus menyempurnakan fitur Livin’ dengan fokus pada kemudahan dan efisiensi transaksi nasabah.

“Sejalan dengan kebutuhan nasabah akan layanan yang cepat dan praktis, Bank Mandiri menghadirkan Livin’ by Mandiri sebagai solusi digital yang menyederhanakan proses transaksi agar berjalan lebih efisien dan efektif,” ujar Riduan, dalam keterangannya, Senin (19/1).

Inovasi Fitur Dorong Kenyamanan Transaksi

Pengembangan fitur menjadi salah satu kunci pertumbuhan Livin’ by Mandiri. Riduan menjelaskan bahwa aplikasi ini terus diperbarui untuk menjawab kebutuhan nasabah yang dinamis serta mengikuti perkembangan teknologi digital.

Salah satu fitur yang saat ini banyak dimanfaatkan pengguna adalah QRIS Tap. Fitur ini memungkinkan pengguna ponsel Android berteknologi NFC melakukan pembayaran hanya dengan menempelkan perangkat ke mesin EDC atau gate transportasi publik.

QRIS Tap dapat digunakan pada berbagai moda transportasi seperti Commuter Line, MRT Jakarta, Transjakarta, LRT Jabodebek, hingga Damri. Sejak diluncurkan pada pertengahan 2025, fitur pembayaran contactless ini mendapat respons positif karena menawarkan kecepatan dan kepraktisan.

Selain transaksi domestik, Bank Mandiri juga memperluas kapabilitas Livin’ untuk kebutuhan lintas negara. Salah satunya melalui layanan QR Cross Border yang memungkinkan pengguna melakukan pembayaran QRIS di luar negeri, termasuk di Jepang.

Melalui QR Cross Border Jepang, nasabah dapat bertransaksi di Negeri Sakura dengan cara yang sama seperti menggunakan QRIS di Indonesia. Inisiatif ini memperkuat dukungan Bank Mandiri terhadap mobilitas masyarakat global yang semakin tinggi.

Tidak hanya itu, antusiasme nasabah juga terlihat pada pemanfaatan fitur Tabungan Multi Currency. Produk ini memungkinkan nasabah memiliki satu rekening utama dengan beberapa sub rekening dalam berbagai mata uang asing.

Fleksibilitas pengelolaan valuta asing menjadi daya tarik utama Tabungan Multi Currency. Terbaru, Bank Mandiri menambahkan mata uang Korean Won atau KRW dalam layanan ini untuk mendukung kebutuhan transaksi di Korea Selatan.

Nasabah yang memiliki Tabungan Multi Currency KRW dapat menghubungkannya dengan kartu Mandiri Debit Visa. Dengan demikian, transaksi di Korea Selatan dapat dilakukan tanpa konversi kurs, memberikan efisiensi dan kenyamanan lebih bagi pengguna.

Minat Investasi Digital Terus Meningkat

Penguatan Livin’ by Mandiri juga terlihat pada fitur investasi yang semakin diminati nasabah. Salah satu inovasi terbaru adalah fitur Investasi Surat Berharga Negara Sekunder yang diluncurkan pada September 2025.

Fitur ini memungkinkan nasabah berinvestasi SBN di pasar sekunder dengan nilai investasi mulai dari Rp1 juta. Akses yang mudah dan fleksibel ini membuka peluang investasi yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui Livin’, nasabah dapat membandingkan seri SBN, memantau data historis harga, serta melihat potensi imbal hasil secara transparan. Kemudahan ini memberikan rasa aman, terutama bagi investor yang mengutamakan instrumen berisiko rendah.

Transparansi dan aksesibilitas menjadi faktor penting dalam meningkatnya minat investasi digital. Bank Mandiri menilai fitur ini sebagai langkah strategis untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan nasional.

Riduan menegaskan bahwa pengembangan Livin’ by Mandiri akan terus diarahkan untuk memberikan nilai tambah nyata bagi nasabah. Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri berkomitmen memperluas akses layanan keuangan digital bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong akselerasi digital melalui pengembangan fitur yang dirancang agar manfaat dan nilai tambahnya dapat dirasakan secara nyata oleh nasabah,” pungkasnya.

Dengan dominasi transaksi digital yang telah mencapai 99,2 persen untuk transaksi non-cash ritel, Bank Mandiri optimistis Livin’ by Mandiri akan terus menjadi tulang punggung transformasi digital perbankan. Ke depan, sinergi teknologi, inovasi fitur, dan kebutuhan nasabah diyakini akan semakin memperkuat ekosistem keuangan digital Indonesia.