Inovasi Kilang Pertamina Internasional Raih Emas IPITEX 2026

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kilang Pertamina Internasional kembali mencatatkan prestasi di panggung global pada awal 2026 melalui raihan penghargaan internasional dalam ajang International Intellectual Property Invention Innovation and Technology Exposition atau IPITEX 2026. Ajang yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand tersebut menjadi bukti konkret bahwa inovasi anak bangsa mampu bersaing dan diakui dunia.
Dalam kompetisi inovasi berskala internasional itu, dua unit operasi KPI, yakni Kilang Balikpapan dan Kilang Dumai, berhasil meraih Gold Medal atas inovasi teknologi yang dikembangkan secara mandiri oleh para pekerjanya. Pencapaian ini memperkuat posisi KPI sebagai perusahaan pengolahan energi nasional yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Kilang Balikpapan memperoleh penghargaan melalui inovasi bertajuk Boosting Low Sulphur Diesel Output through New Fuel Formulation and Production Line Modifications. Inovasi ini berfokus pada optimalisasi produksi bahan bakar rendah sulfur melalui formulasi baru dan penyesuaian jalur produksi yang lebih efisien.
Sementara itu, Kilang Dumai meraih Gold Medal melalui inovasi PROLITE A Precision, Energy Free Lifting Device to Reduce Mean Time to Repair of Special Purpose Steam Turbine Through a Lightweight, Portable, and Compact Design at Pertamina. Inovasi ini menghadirkan alat bantu pengangkatan presisi tinggi tanpa menggunakan energi listrik.
Pjs Corporate Secretary KPI Milla Suciyani menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi awal yang membanggakan bagi perusahaan di tahun 2026. Ia menegaskan bahwa inovasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan KPI dalam mendukung ketahanan energi nasional.
“Inovasi merupakan sebuah keharusan dan tak bisa dipisahkan dalam dunia energi nasional. Inovasi tak hanya menjawab tantangan zaman, tapi juga memberikan manfaat untuk semua pihak, termasuk masyarakat. Pencapaian di awal 2026 ini sangat membanggakan, sekaligus menjadi bukti KPI tidak akan berhenti berinovasi untuk negeri,” ujar Milla Suciyani.
Menurut Milla, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas capaian teknis, tetapi juga mencerminkan budaya inovasi yang terus dibangun dan diperkuat di lingkungan KPI. Setiap proses bisnis didorong untuk menghadirkan solusi yang efisien, aman, dan ramah lingkungan.
Inovasi Efisiensi Produksi dan Keberlanjutan Lingkungan
Inovasi Boosting Low Sulphur Diesel yang dikembangkan oleh Kilang Balikpapan lahir dari tantangan dalam menjaga keseimbangan produksi Avtur dan Pertadex. Melalui pendekatan rekayasa proses dan formulasi bahan bakar yang tepat, inovasi ini mampu meningkatkan produksi Pertadex tanpa mengorbankan output Avtur.
Milla menjelaskan bahwa inovasi tersebut juga berhasil meminimalkan penggunaan Pertadex sebagai media flushing line. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap lingkungan dan kinerja finansial perusahaan.
“Inovasi Boosting Low Sulphur yang dikembangkan Kilang Balikpapan merupakan solusi terhadap permasalahan komponen penyusun Avtur atau bahan bakar pesawat terbang,” jelas Milla.
Secara kuantitatif, inovasi ini menghasilkan lifting sebesar 1.629 ribu barrel, mempercepat waktu produksi hingga 7,8 hari, serta meningkatkan profit perusahaan. Dari sisi lingkungan, inovasi ini mampu menurunkan emisi karbon dioksida hingga 1.399 ton per tahun.
Sementara itu, inovasi PROLITE dari Kilang Dumai menghadirkan solusi teknis dalam proses overhaul steam turbine. Alat ini dirancang untuk mengangkat rotor turbin seberat 3,6 ton dengan tingkat presisi pengangkatan mencapai 0.007 mm, sebuah capaian yang sangat krusial dalam perawatan peralatan berteknologi tinggi.
Keunggulan PROLITE terletak pada kemampuannya mengubah gaya rotational menjadi gaya translasional, sehingga proses pengangkatan menjadi lebih stabil dan aman. Inovasi ini juga mempercepat durasi overhaul tanpa mengurangi kualitas pekerjaan yang dihasilkan.
Tidak hanya unggul secara teknis, PROLITE juga memiliki dimensi keberlanjutan lingkungan. Alat ini dirancang tanpa menggunakan energi listrik sehingga mampu mengurangi emisi karbon dengan estimasi hingga 400 kilogram CO2 ekuivalen.
“Inovasi-inovasi tersebut merupakan buah dari kerja keras para pekerja KPI. Kami percaya bahwa inovasi adalah kunci untuk meningkatkan daya saing dan mencapai tujuan perusahaan, sekaligus memberikan manfaat untuk semua pihak,” tutur Milla.
Lebih lanjut, Milla menegaskan bahwa inovasi di KPI bukan sekadar slogan atau program sesaat, melainkan telah menjadi budaya yang melekat dalam setiap lini organisasi. Setiap insan KPI didorong untuk berkontribusi melalui ide dan terobosan yang memberikan nilai tambah nyata.
Dengan pencapaian di IPITEX 2026 ini, KPI menegaskan perannya tidak hanya sebagai pengolah minyak mentah dan petrokimia, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam industri energi nasional. Pengakuan internasional ini menjadi bukti bahwa inovasi karya anak bangsa mampu bersaing di tingkat global.
“KPI berkomitmen menjadi motor penggerak menuju masa depan, melalui berbagai inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Melalui inovasi, kami juga berharap dapat menginspirasi industri lainnya di Indonesia dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutup Milla.
IPITEX sendiri merupakan ajang internasional tahunan yang berfokus pada pengembangan kekayaan intelektual, inovasi, dan teknologi. Tujuan utama pameran ini adalah mendorong pemanfaatan hasil inovasi agar memiliki nilai tambah ekonomi serta meningkatkan daya saing industri secara berkelanjutan.
Pada tahun 2026, IPITEX diikuti oleh 883 inovator dari 24 negara, termasuk Kanada, Cina, Jepang, Korea Selatan, Inggris, Indonesia, dan Thailand sebagai tuan rumah. Partisipasi luas tersebut menjadikan IPITEX sebagai salah satu barometer penting perkembangan inovasi global.
Sebagai anak perusahaan Pertamina, KPI menjalankan bisnis pengolahan minyak dan petrokimia dengan berlandaskan prinsip Environment, Social, and Governance. KPI juga telah terdaftar dalam United Nations Global Compact dan berkomitmen menjalankan Sepuluh Prinsip Universal sebagai bagian dari strategi operasional perusahaan.
Ke depan, KPI akan terus menjalankan bisnis secara profesional dan berkelanjutan untuk mewujudkan visinya sebagai perusahaan kilang minyak dan petrokimia berkelas dunia yang berwawasan lingkungan, bertanggung jawab sosial, serta memiliki tata kelola perusahaan yang baik.

































