Pasar akan cenderung wait and see karena menunggu keputusan RDG Bank Indonesia di tengah ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang rupiah.
“Selain itu, fluktuasi komoditas juga patut dicermati khususnya komoditas timah yang melonjak signifikan akibat pengurangan produksi global,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah DEWA, AKRA, dan DAAZ.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas memaparkan, investor akan menantikan RDG BI, yang diperkirakan akan mempertahankan BI Rate tetap pada level 4,75% karena rupiah yang masih lemah.
Selain itu akan dirilis data pertumbuhan kredit bulan Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 7,6% YoY dari sebelumnya 7,74% YoY.
“Secara teknikal, indikator MACD dan Stochastic RSI mendukung berlanjutnya penguatan IHSG. Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang menguji level 9.100 – 9.200 pada pekan ini,” mengutip riset Phintraco.
Sentimen kurang positif membayangi IHSG yang berasal dari ketidakpastian mengenai The Fed dan perkembangan geopolitik. Presiden Trump mengisyaratkan akan mempertahankan penasihat ekonomi Kevin Hassett daripada menjadikannya sebagai Chairman the Fed selanjutnya, sehingga meningkatkan potensi Gubernur Fed Kevin Warsh menjadi kandidat terdepan untuk menggantikan Jerome Powell.
“Trump akan memberlakukan tarif terhadap 8 anggota NATO sampai tercapai kesepakatan pembelian Greenland (17/1). Tarif yang diberlakukan sebesar 10% mulai 1 Februari 2026 dan sebesar 25% mulai 1 Juni 2026.”
Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BFIN, ISAT, CDIA, MAPI, TLKM, dan SIDO.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, Melemahnya Bursa Wall Street dan turunnya harga komoditas mineral logam diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Sementara itu berlanjutnya aksi beli investor asing berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 9.025 – 8.975 dan resist 9.125 – 9.175,” terang CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham ISAT, BBTN, BBYB, BMRI, BBRI, dan BRIS.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh tensi yang meningkat di regional, khususnya terkait dengan potensi kenaikan tariff ke beberapa negara Eropa, serta melemahnya sebagian besar komoditas.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BBYB, EMTK, dan AVIA,
IHSG bergerak di zona hijau, kembali membentuk titik tertinggi baru. IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance 9.180 – 9.270.
“Di sisi lain, support terdekat berada pada MA5 @ 8990,” terang Panin, Kemudian MA–20 sekaligus Lower Parallel Channel di range 8.700 – 8.820 diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG.
(fad)




























