Logo Bloomberg Technoz

Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut menjalankan penerbangan dari Bandar Udara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar, dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

Berdasarkan kronologi yang diterima Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin. 

Dalam proses tersebut, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya sehingga ATC memberikan arahan ulang agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur.

ATC kemudian menyampaikan beberapa instruksi lanjutan. Namun, setelah arahan terakhir diberikan, komunikasi dengan pesawat terputus. Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC MATSC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai ketentuan yang berlaku.

AirNav Indonesia Cabang MATSC selanjutnya berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros melalui Kapolsek Bandara. Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar juga menyiapkan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.

Sejak awal, area pencarian difokuskan di wilayah pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, yang ditetapkan sebagai lokasi posko Basarnas terdekat. 

Operasi pencarian melibatkan dukungan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas, serta penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan.

Jumlah orang di dalam pesawat dilaporkan sebanyak 10 orang, terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Informasi awal menyebutkan kondisi cuaca saat kejadian menunjukkan jarak pandang sekitar 8 kilometer dengan kondisi sedikit berawan.

(ell)

No more pages