Yannes bilang, penentunya bukan semata daya beli publik, melainkan peta pembeli luxury itu sendiri. Di satu sisi masih ada kelompok middle-up dan upper class yg relatif tidak terganggu oleh stagnasi ekonomi, tidak bergantung kredit dan justru tetap antusias membeli mobil berteknologi baru.
Sementara di sisi lain kelompok aspirational premium akan lebih mudah menunda pembelian ketika bunga kredit dan ketidakpastian pendapatan membuat keputusan belanja besar jadi lebih hati-hati.
“Produk seperti Denza D9 tidak menggerus karena lebih murah, sebab posisinya sendiri premium (sekitar Rp950 juta saat peluncuran Januari 2025), tetapi karena menawarkan rasio teknologi dan fitur per rupiah yg terasa lebih tinggi bagi pembeli keluarga dan eksekutif yg mengejar kenyamanan, banjir fitur dan teknologi EV modern” tambah Yannes
“Akibatnya, sebagian pembeli pragmatis premium yg dulu memilih produk premium Jepang dan Eropa demi fitur bisa mulai berpindah, sementara heritage buyer tetap loyal pada produk premium Jepang dan Eropa karena ekuitas merek dan pengalaman berkendara mereka.”
Sementara itu, Yannes juga mengatakan bahwa salah satu perjanjian perdagangan Indonesia yakni Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA) punya cukup pengaruh terhadap penjualan mobil mewah.
“Ekspektasi turunnya harga mobil mewah Eropa pada 2026 kemungkinan lebih banyak berupa announcement effect, artinya sebagian kelompok heritage buyer menunda beli karena berharap nanti lebih murah karena kesepakatan IEU–CEPA baru mencapai substantive conclusion pada 23 September 2025 tetapi implementasinya masih menunggu ratifikasi dan banyak proyeksi mengarah ke sekitar 2027” kata Yannes.
Namun demikian, Yannes bilang meskipun EU CEPA akan diteken di tahun depan dan sekalipun harganya akan turun secara bertahap, harga ritel tetap dipengaruhi pajak domestik, kurs, kesiapan Agen Pemegang Merek (APM) terkait dalam efifisensi ekosistem logistik dan margin distribusi yang bisa jadi tetap membuat harga mobil mewah Eropa tetap tidak akan mampu bersaing dengan produk China dari sisi harga.
(ell)





























