Gedung Putih menyatakan setiap anggota dewan eksekutif yang diumumkan pada Jumat tersebut “akan mengawasi portofolio tertentu yang krusial bagi stabilisasi dan keberhasilan jangka panjang Gaza,” termasuk “penguatan kapasitas pemerintahan, hubungan regional, rekonstruksi, penarikan investasi, pendanaan skala besar, serta mobilisasi modal.”
Pengumuman dewan eksekutif itu disampaikan hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat mengumumkan “peluncuran” fase kedua dari rencana perdamaian 20 poin Trump untuk wilayah yang hancur akibat perang tersebut.
Fase ini membayangkan “peralihan dari gencatan senjata menuju demiliterisasi, pemerintahan teknokratis, dan rekonstruksi,” tulis Witkoff dalam unggahan di X pada Rabu. Ia juga mengancam Hamas, kelompok militan yang masih menguasai hampir setengah wilayah Gaza, dengan “konsekuensi serius” jika tidak “sepenuhnya mematuhi” kewajibannya untuk melucuti senjata.
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas sejak dicapai pada pertengahan Oktober kerap diwarnai kembali oleh pertempuran dan serangan udara.
Dengan Hamas masih menolak untuk melucuti senjata sebagai bagian dari proses yang dipimpin AS, prospek perdamaian yang berkelanjutan masih belum pasti. Kelompok yang didukung Iran tersebut juga belum mengembalikan jenazah sandera terakhir yang ditawan dalam serangan Oktober 2023 yang memicu perang Israel-Hamas, sebuah bagian krusial dari fase pertama rencana Trump.
Trump mengumumkan pembentukan dewan tersebut pada Kamis melalui media sosial, namun tidak menyebutkan siapa saja anggotanya. “Saya bisa mengatakan dengan pasti bahwa ini adalah Dewan Terbesar dan Paling Bergengsi yang pernah dibentuk kapan pun dan di mana pun,” ujar Trump.
Sejak menjabat pada Maret tahun lalu, Carney memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan presiden Amerika tersebut, yang telah mengguncang hubungan AS dengan Kanada, salah satu sekutu tertua dan paling dapat diandalkan Washington.
Perdana menteri yang kerap menggambarkan hubungan Kanada-AS mengalami “retakan” bersejarah itu juga menyerukan pendekatan baru terhadap China yang “disesuaikan dengan realitas global baru” dalam pertemuannya dengan Xi.
(bbn)






























