Logo Bloomberg Technoz

Pefindo menyoroti jatuh tempo surat utang terdekat pada 11 April 2026 sebagai risiko kredit jangka pendek utama. Risiko tersebut dinilai berdampak negatif terhadap kemampuan PTPP dalam mengelola profil kredit perusahaan ke depan, khususnya dalam menghadapi tekanan pendanaan.

Meski demikian, PTPP menyampaikan bahwa hingga saat ini perseroan masih mampu memenuhi seluruh kewajiban kepada para pemegang surat utang. Perseroan tercatat masih melakukan pembayaran kewajiban bunga secara tepat waktu.

Terakhir, PTPP telah membayarkan bunga ke-11 Obligasi Berkelanjutan III PTPP Tahap III Tahun 2023 pada 9 Januari 2026 sebesar Rp11,08 miliar. Pada tanggal yang sama, perseroan juga melakukan pembayaran bunga ke-11 Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PTPP Tahap III Tahun 2023 senilai Rp2,79 miliar.

Untuk diketahui, surat utang PTPP yang jatuh tempo pada 11 April mendatang ialah Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PTPP Tahap III Tahun 2023 seri A dengan pokok Rp126,75 miliar dan bunga sebesar 8,8%. 

Kemudian ada pula PUB Obligasi Berkelanjutan III PTPP Tahap III Tahun 2023 seri A dengan pokok Rp503,72 miliar dengan bunga yang sama yaitu 8,8%. 

Selain itu, terdapat dua surat utang PTPP yang akan jatuh tempo tahun ini yakni pada 2 Juli 2026 yaitu PUB Obligasi Berkelanjutan III PTPP Tahap I Tahun 2021 seri B dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PTPP Tahap I Tahun 2021 seri B dengan masing-masing pokok Rp650 miliar dan Rp100 miliar. Keduanya memiliki bunga sebesar 9,1%.

(lav)

No more pages