Bagi Denmark dan Greenland, pertemuan itu merupakan upaya untuk meyakinkan pemerintahan AS bahwa tidak perlu mengambil alih pulau Arktik tersebut—wilayah semi-otonom di bawah Kerajaan Denmark—seperti yang diancam Presiden Donald Trump. Pertemuan tersebut digambarkan oleh media Denmark sebagai salah satu momen paling menentukan bagi Kerajaan sejak Perang Dunia II.
Saat ditanya tanggapannya atas pertemuan tersebut, Kantor Wakil Presiden merujuk pada unggahan media sosial Trump sebelumnya yang mengulang tuntutannya agar AS mengambil alih Greenland demi alasan keamanan nasional. Gedung Putih mengarahkan pertanyaan kembali ke Kantor Wapres.
Denmark mengungkap rencana untuk memperkuat militer di Kutub Utara, mengatakan bahwa latihan militer dengan sekutu NATO akan bersifat permanen.
Jerman mengirim 13 personel ke Nuuk pada 15-17 Januari untuk "menelaah kerangka kerja guna berkontribusi secara militer yang mungkin bisa mendukung Denmark memastikan keamanan wilayah tersebut, misalnya pengawasan maritim," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Jerman. Swedia, Norwegia, dan Inggris juga mengumumkan akan mengirim personel militer.
Meski pada Minggu, Bloomberg melaporkan Jerman berencana mengusulkan pembentukan misi gabungan NATO untuk memantau dan melindungi kepentingan keamanan wilayah Arktik, keputusan untuk mengirim personel militer ke pulau terbesar di dunia sejak awal pekan ini menyoroti urgensi negara-negara Eropa dalam merespons ancaman AS atas Greenland.
Denmark berargumen bahwa perjanjian pertahanan komprehensif yang berlaku sejak 1951 sudah mengizinkan AS menggunakan wilayah tersebut sesuai kebutuhan pertahanannya—sehingga pengambilalihan wilayah tersebut sia-sia. Atas dasar itulah Denmark berusaha meyakinkan AS, tetapi upayanya gagal.
"Kami sepakat bahwa masuk akal untuk mencoba duduk bersama di tingkat tinggi untuk menjajaki apakah ada kemungkinan mengakomodasi kekhawatiran presiden, sambil pada saat yang sama menghormati Kerajaan Denmark," kata Rasmussen.
"Apakah itu bisa dilakukan—ya, saya harap dan saya ingin menyatakan bahwa hal itu dapat menurunkan ketegangan."
(bbn)































