Langkah China ini dinilai sebagai respons balasan, mengingat pemerintah AS sebelumnya juga telah membatasi penggunaan produk dari beberapa perusahaan China di instansi pemerintah mereka dengan alasan keamanan nasional yang serupa.
Recorded Future Inc, CrowdStrike Holdings Inc, Mandiant milik Alphabet Inc, Rapid7 Inc, SentinelOne Inc, Claroty Ltd, Cato Networks Ltd, Imperva Inc, CyberArk, Wiz Inc, VMWare milik Broadcom Inc, McAfee Corp, serta Orca Security Ltd juga termasuk dalam larangan tersebut.
Recorded Future, CrowdStrike, SentinelOne, dan Claroty tidak menjual produk mereka di China, menurut pernyataan perwakilan masing-masing perusahaan.
Seorang juru bicara McAfee mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa produk perusahaan tersebut dirancang untuk individu dan keluarga, bukan untuk penggunaan pemerintah. “Kami terus memantau perkembangan regulasi di seluruh dunia dan memastikan bahwa produk kami mematuhi seluruh hukum dan ketentuan yang berlaku di wilayah tempat kami beroperasi,” ujarnya.
“Orca Security belum menerima pemberitahuan terkait hal ini,” kata Gil Geron, CEO Orca Security.
“Kami meyakini bahwa akses terhadap perangkat keamanan defensif yang efektif sangat penting untuk mendukung operasional bisnis yang aman di seluruh dunia, dan langkah ini merupakan arah yang keliru karena meniadakan tingkat perlindungan tersebut,” ujarnya.
Perusahaan-perusahaan lain yang disebutkan di atas belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Reuters sebelumnya telah melaporkan mengenai arahan pemerintah China tersebut.
(bbn)































