Logo Bloomberg Technoz

"Secara lebih detail, beberapa sektor ritel mencatatkan pertumbuhan yang sangat kontras namun saling menguatkan," tulis laporan Bank Mandiri, dikutip Rabu (14/1).

Kelompok suku cadang dan aksesori tercatat tumbuh pesat hingga 12,3% secara tahunan, disusul oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang meningkat sebesar 6,9%. Sementara itu, barang budaya dan rekreasi tumbuh 3,5%, serta bahan bakar kendaraan bermotor ikut terkerek 0,2%. 

Menariknya, pada level bulanan, lonjakan paling tajam justru terjadi pada peralatan informasi dan komunikasi yang tumbuh 13,9%, menunjukkan bahwa kebutuhan teknologi tetap menjadi prioritas utama masyarakat.

Inflasi Terkendali, Konsumsi Tetap Stabil

Inflasi Desember 2025 Capai 0,64%, Sepanjang 2025 Tembus 2,92%. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Kabar baiknya, gairah belanja ini tidak dibarengi dengan lonjakan Harga kebutuhan pokok. Dari sisi harga, Bank Mandiri mencatat adanya dinamika ekspektasi inflasi yang cukup terkendali. Meskipun Indeks Ekspektasi Harga (IEH) untuk Februari 2026 berada di angka 168,6 karena faktor musiman, angka ini diprediksi akan mendingin atau menurun ke level 154,8 pada Mei 2026.

"Ini menjadi sinyal kuat bahwa tekanan harga hanya bersifat jangka pendek," tegas Laporan Bank Mandiri.

Secara makro, inflasi di tahun 2026 diperkirakan akan parkir di kisaran 2,78%. Angka yang cukup rendah ini tentu memberikan napas lega bagi kantong konsumen, sehingga daya beli tidak tergerus oleh kenaikan harga barang pokok.

Proyeksi Ekonomi 2026

Jakarta, kota pusat ekonomi di Indonesia. Bloomberg

Bank Mandiri memproyeksikan konsumsi rumah tangga akan tumbuh di angka 5,06% sepanjang tahun 2026. Banyaknya libur nasional dan cuti bersama di tahun ini dipercaya akan menjadi sentimen bagi masyarakat untuk tetap aktif beraktivitas, bepergian, dan berbelanja. 

Aktivitas masyarakat yang kembali normal sepenuhnya pasca-pandemi juga menjadi modal besar bagi keberlanjutan sektor ritel.

Meski demikian, laporan tersebut tetap memberikan catatan agar pelaku usaha waspada terhadap risiko ketidakpastian global yang bisa memengaruhi sentimen konsumsi. 

Namun, dengan fondasi ekonomi domestik yang kuat dan inflasi yang terjaga, sektor ritel Indonesia siap menghadapi tantangan tahun 2026 dengan penuh percaya diri. Pertumbuhan ini diharapkan mampu membawa dampak berantai bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.

(red)

No more pages