“Dengan kapitalisasi pasar yang besar, free float memadai, dan likuiditas yang kuat, BUMI memenuhi kriteria utama sebagai kandidat MSCI Indonesia Global Standard,” tulis Prasetya Gunadi dalam risetnya, dikutip Rabu (14/1/2025).
Selain BUMI, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) juga dinilai memiliki peluang signifikan untuk masuk ke MSCI Indonesia Global Standard. PANI mencatatkan kapitalisasi pasar sekitar US$13,3 miliar dengan tingkat free float sebesar 15,9%. Meski likuiditas perdagangan saham PANI relatif lebih rendah dibandingkan BUMI, Samuel Sekuritas menilai skala kapitalisasi pasar dan struktur kepemilikan saham tetap menjadikan PANI sebagai kandidat kuat.
Samuel Sekuritas memperkirakan potensi aliran dana asing ke saham PANI berada pada kisaran yang sebanding dengan BUMI, yakni sekitar US$180 juta hingga US$300 juta, apabila resmi masuk ke dalam indeks MSCI. Di luar kategori Global Standard, Samuel Sekuritas juga mengidentifikasi sejumlah saham lain yang berpotensi masuk ke MSCI Indonesia Small Cap, antara lain DEWA, ISAT, ADMR, COIN, BIPI, BUVA, TINS, BULL, dan SSIA.
Gerak Saham
Sementara itu, pada perdagangan hari ini, Rabu (14/1/2026) pukul 11.00 WIB, saham PTRO, PANI, dan BUMI bergerak bervariasi.
Emiten Aguan PANI bergerak melemah 1,30% ke posisi Rp11.350/saham setelah pagi tadi dibuka menguat hingga Rp11.900. Secara akumulasi, saham PANI masih mencatatkan pelemahan secara year to date yaitu 9,92% dan 22,52% dalam tiga bulan terakhir. Kapitalisasi pasar PANI saat ini berada di level Rp205,63 triliun dengan akumulasi asing secara ytd sebesar Rp7,93 miliar.
Sementara itu, PTRO terpantau naik tipis 0,87% ke posisi Rp11.625/saham. Emiten Prajogo Pangestu ini telah naik 5,95% secara ytd dan melambung 63,25% dalam tiga bulan perdagangan. Asing tercatat mengakumulasi saham PTRO hingga Rp529,08 miliar ytd dan membawa kapitalisasi pasar sebesar Rp116,75 triliun.
Terakhir, saham BUMI memantapkan posisi di level Rp422/saham atau naik 4,43%. Secara year to date, saham BUMI naik 15,30% dan melambung 197,18% dalam tiga bulan perdagangan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp156,70 triliun dengan akumulasi jual bersih asing Rp1,16 triliun ytd.
(dhf)































