"Pada akhirnya kita perlu hal itu untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi," tutur dia.
Seperti diketahui, konsep tersebut merupakan gagasan ekonom Indonesia, Sumitro Djojohadikusumo, yang juga merupakan ayah kandung dari Presiden Prabowo Subianto. Konsep ini menekankan peran negara sebagai motor pembangunan ekonomi yang berpijak pada prinsip nasionalisme ekonomi, industrialisasi, dan proteksi terhadap kepentingan ekonomi.
Belakangan, program MBG menemui sejumlah permasalahan, meliputi adanya berbagai kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa di Indonesia yang menyantap menu olahan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tak hanya itu, program itu juga saat ini terbilang masih minim penyerapan anggaran. Tetapi, justru tetap ditambahkan anggarannya dalam APBN 2026 mendatang menjadi Rp335 triliun. Angka itu hampir 5 kali lipat lebih besar dari anggaran 2025 yang sebesar R71 triliun, namun penyerapannya hanya mencapai Rp51 triliun.
(ibn/roy)




























