Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah saham–saham barang baku yang menjadi pendorong penguatan IHSG antara lain adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang melesat 19%, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang menguat 7,96%, dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) dengan kenaikan 7,2%.

Senada, saham perindustrian juga ikut menguat seperti PT Astra International Tbk (ASII) terbang 4,29%, PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) melesat 3%, dan PT Green Power Group Tbk (LABA) yang menguat 2,4%.

Penutupan Saham MBMA pada Selasa 13 Januari 2026 (Sumber: Bloomberg)

Saham LQ45 yang berisikan saham–saham unggulan juga ikut menghijau dengan penguatan mencapai 1,42% ke posisi 878,868.

Saham–saham LQ45 yang melesat pada teritori zona hijau hingga menjadi penopang laju IHSG antara lain, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melesat 9,01% dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan kenaikan 6,51%.

Tren bullish juga terjadi pada saham LQ45 seperti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menguat 5,38%, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melonjak 4,2%, dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melesat 3,61%.

Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup menguat setelah bergerak fluktuatif. Meningkatnya ketidakpastian domestik dan global menjadi sentimen negatif, tetapi kenaikan harga komoditas mendorong kenaikan harga saham–saham terkait. 

“Secara teknikal, terjadi penyempitan histogram positif MACD dan Stochastic RSI mengalami penurunan ke arah pivot. IHSG diperkirakan masih berkonsolidasi pada kisaran 8.840-9.000, selama tidak ditutup di atas level 9.000,” papar Phintraco dalam riset terbarunya.

Koreksi IHSG, lanjut riset Phintraco, masih wajar selama tidak ditutup di bawah level 8.730. 

(fad)

No more pages