Meskipun pemerintahan Trump telah mengadvokasi pusat data dalam perlombaan artificial intelligence (AI) Amerika Serikat dengan China, tagihan utilitas yang melonjak, sebagian terkait dengan pembangunan cepat ini, kini mengancam mayoritas Republik di Kongres.
Kondisi tersebut juga mengganggu operator dan regulator jaringan listrik AS: mereka harus menentukan cara membagi biaya ini sambil tetap memastikan pasokan listrik yang andal dan cukup.
“Microsoft telah bekerja sama dengan komunitas untuk memanfaatkan kekuatan teknologi guna membangun masa depan yang lebih baik,” kata perusahaan dalam pernyataan yang mengumumkan acara tersebut, sebelum posting Trump.
“Saat Amerika mendekati peringatan hari jadi ke-250 tahunnya, negara ini memasuki era baru peluang yang dibentuk oleh kekuatan A). Momen ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang masa depan yang kita bangun bersama - siapa yang diuntungkan dari AI, dampaknya yang potensial, dan siapa yang harus menanggung biaya infrastruktur AI yang kritis?”
Tekanan Politik
Survei menunjukkan bahwa masyarakat Amerika memiliki pandangan negatif terhadap pengelolaan ekonomi presiden selama masa jabatan keduanya, dan dalam pemilu November lalu, Demokrat yang berjanji untuk menurunkan tagihan utilitas memenangkan pemilihan kunci di New Jersey, Virginia, dan Georgia. Isu ini akan terus menjadi sorotan saat Republik dan Demokrat bersaing dalam pemilu tengah periode November ini.
Pada Selasa, Trump akan mengunjungi pabrik Ford Motor Co. di Michigan, AS, dan memberikan pidato di Detroit Economic Club yang bertujuan untuk mempromosikan kebijakan tarif dan manufakturnya, serta menanggapi kekhawatiran pemilih.
(bbn)































