Logo Bloomberg Technoz

Usai Blokir Grok, Komdigi Didesak Sosialisasi Penggunaan AI Bijak

Farid Nurhakim
13 January 2026 08:00

Chatbot Grok yang dikembangkan XAI Holdings milik Elon Musk(Andrey Rudakov/Bloomberg)
Chatbot Grok yang dikembangkan XAI Holdings milik Elon Musk(Andrey Rudakov/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pegiat media sosial Enda Nasution mendesak adanya sosialisasi terkait literasi penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Hal ini disampaikan seusai Kementerian Komunikasi dan Digital memblokir sementara fitur Grok AI di platform X --yang dulu Twitter-- di Tanah Air.

“Sama dengan literasi media sosial, perlu juga kampanye literasi penggunaan AI karena tentunya semua image (gambar) yang kurang pantas itu di-generate (dihasilkan) atas permintaan pengguna kan. Jadi kalau kemarin-kemarin ada campaign (kampanye) bijak bersosial media misalnya, saya rasa ke depan perlu juga ada kampanye-kampanye bijak ber-AI,” kata Enda kepada Bloomberg Technoz pada Senin malam (12/1/2026).

Dia mencontohkan, kampanye tersebut secara spesifik dapat menyasar pelajar, mahasiswa, wanita, ibu-ibu, dan segmen masyarakat lainnya. Enda pun memiliki saran kepada Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, yaitu Indonesia harus berkoalisi dengan sejumlah negara misalnya di tingkat Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN, dan beberapa negara yang mempunyai badan urusan AI secara khusus.


“Platform AI ini nanti tentu bukan hanya tantangannya di Indonesia saja, jadi saya rasa sudah perlu berkoalisi dengan negara-negara lain agar kemudian komunikasinya juga lebih terasa oleh pemilik platform,” ujar dia.

“Karena tentu perlu diantisipasi bahwa tantangan-tantangan seperti ini akan terus bermunculan, tidak akan hanya sekali ini saja,” tambah Enda.