“Sepanjang 2025, variabel eksplisit dalam model kami menjelaskan sekitar 60% dari imbal hasil tahunan (FY return) dipicu oleh risiko geopolitik dan aktivitas di pasar opsi, khususnya pada periode Agustus hingga Oktober. Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) juga berperan penting, Penurunan imbal hasil (yield) obligasi memberikan dorongan yang sedikit lebih kecil, tetapi tetap signifikan,” ungkap riset World Gold Council (WGC).
Untuk bulan ini, WGC menilai ada beberapa peristiwa yang bisa mempengaruhi laju harga emas. Pertama adalah pembaruan (rebalancing) indeks harga komoditas. Mulai pekan lalu, rebalancing atas Bloomberg Commodity Index (BCOM) dimulai.
Kedua adalah putusan Mahkamah Agung AS terhadap kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Ketiga adalah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS.
“Kami memandang hasil dari peristiwa-peristiwa tersebut sebagian besar akan berdampak positif bagi emas. Penangkapan Maduro oleh AS dan ketegangan yang terus berlanjut di Venezuela mengingatkan kita bahwa gejolak geopolitik cenderung mereda dengan cukup cepat. Namun, frekuensi peristiwa semacam itu serta efek kumulatifnya selama setahun terakhir kemungkinan telah meningkatkan kecemasan pasar dan premi risiko. Dalam skenario seperti ini, emas tampaknya menjadi pihak yang paling diuntungkan,” jelas riset WGC.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana kira-kira prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Selasa (13/1/2026)? Apakah bisa naik lagi, rekor lagi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas betah di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 69. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 58. Juga menghuni area beli (long).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya berisiko turun. Maklum, kenaikannya sudah begitu tinggi sehingga akan datang saatnya investor ‘gatal’ untuk mencairkan cuan sehingga emas terserang tekanan jual.
Cermati pivot point di US$ 4.535/troy ons. Dari sini, harga emas berisiko menguji Moving Average (MA) 5 di US$ 4.514/troy ons. Jika tembus lagi, maka harga emas bisa anjlok ke rentang US$ 4.504-4.502/troy ons.
Namun kalau harga emas masih kuat menanjak, maka US$ 4.630/troy ons bisa menjadi resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpotensi mengerek harga emas menuju US$ 4.732/troy ons.
(aji)



























