Logo Bloomberg Technoz

Ratas di Hambalang, Prabowo Bahas Industri Tekstil-Otomotif

Dovana Hasiana
12 January 2026 09:45

Presiden Prabowo di acara HUT Partai Golkar. (Dok. BPMI)
Presiden Prabowo di acara HUT Partai Golkar. (Dok. BPMI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, kemarin. Rapat tersebut membahas agenda yang berkaitan dengan penguatan industri nasional, pengembangan teknologi, hingga proyek hilirisasi dan energi.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo meminta adanya penguatan industri tekstil dan garmen nasional. Salah satu langkah yang ditekankan Kepala Negara adalah dengan melakukan revitalisasi rantai pasok.

“Di hari Minggu ini, 11 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dikutip Senin (12/01/2026).

Selain sektor tekstil dan garmen, rapat tersebut juga membahas penguatan sektor otomotif atau elektronik melalui investasi dalam pengembangan teknologi semikonduktor. Hal ini ditujukan untuk membangun industri chip masa depan Indonesia yang akan dimanfaatkan untuk industri otomotif, digital, dan elektronik.

Dalam rapat tersebut, Prabowo juga mencermati perkembangan rencana proyek hilirisasi nasional. Hal ini termasuk rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) enam titik baru proyek hilirisasi senilai US$6 miliar pada awal Februari 2026 mendatang.

Agenda strategis lainnya yang turut dibahas dalam rapat terbatas adalah rencana peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Peresmian tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari ini, Senin (12/1/2026).

Rapat terbatas tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia; Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Danantara Rosan Roeslani; Menteri Pertanian Amran Sulaiman; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto; serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.