Logo Bloomberg Technoz

Aksi protes ini telah berubah menjadi tantangan paling serius bagi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei (86 tahun) dan pemerintahan teokratisnya sejak pemberontakan nasional pada 2022 lalu.

Video yang diunggah di X dan Instagram semalam menunjukkan ribuan orang berkumpul di beberapa jalan utama di berbagai wilayah ibu kota. Satu klip tampak memperlihatkan ratusan orang di jalan utama di kawasan Karim Khan meneriakkan "matilah diktator."

Dalam video lain dari kota Isfahan, pengunjuk rasa merobohkan papan nama pintu masuk cabang televisi pemerintah—yang menganggap enteng protes tersebut—sementara api berkobar di sekitarnya.

Bloomberg belum dapat memverifikasi video-video tersebut.

Rial Iran melemah dengan cepat di tengah pengetatan sanksi dan penurunan harga minyak. (Bloomberg)

Dalam setidaknya satu unggahan, terdengar teriakan "Hidup Shah," merujuk pada Shah Iran yang digulingkan dan putranya, Reza Pahlavi, yang tinggal di pengasingan di AS.

Pahlavi, 65 tahun, mengatakan ingin memimpin transisi Iran menuju demokrasi dan mendesak warga Iran untuk berdemonstrasi. Di X, dia menyerukan mereka agar "memperbesar jumlah massa" pada Jumat malam.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis menyebut Pahlavi sebagai "orang baik," tetapi mengaku tidak yakin apakah akan "tepat" untuk bertemu dengannya.

"Saya pikir kita harus membiarkan semua orang keluar, dan kita akan lihat siapa yang muncul," kata Trump dalam wawancara dengan Hugh Hewitt Show.

Pemerintahan ayah Pahlavi sangat dibenci dan digulingkan oleh Revolusi Iran pada tahun 1979, yang melahirkan Republik Islam.

Pemadaman Internet

Pada Kamis, kelompok pemantau Netblocks melaporkan adanya pemadaman internet nasional di Iran. Berbagai upaya Bloomberg untuk menghubungi individu di negara itu melalui telepon rumah dan telepon seluler gagal. Warga Teheran mengatakan panggilan telepon sama sekali tidak berfungsi atau terputus-putus, dan pesan SMS sangat dibatasi.

Otoritas Iran sering menggunakan taktik semacam ini selama kerusuhan untuk mencegah orang-orang menyebarkan gambar kekerasan yang dilakukan pemerintah terhadap warga sipil.

Media berita resmi juga dibatasi, di mana saluran Telegram TV pemerintah dan lembaga semi-resmi berhenti beroperasi sejak sebelum tengah malam waktu setempat hingga dini hari Jumat.

Pemblokiran internet terjadi beberapa jam setelah Trump kembali memperingatkan Republik Islam Iran agar tidak membunuh para demonstran.

"Mereka diperingatkan dengan sangat tegas, bahkan lebih tegas daripada yang saya sampaikan kepada Anda saat ini, bahwa jika mereka melakukannya, mereka akan menanggung akibat yang sangat berat," katanya dalam wawancara pada Kamis.

Analis Eurasia Group mengatakan pemerintah mungkin akan mampu mengatasi gelombang kerusuhan terbaru ini, tetapi akan kesulitan mengatasi akar masalah ekonomi, dan ada risiko signifikan terjadinya demonstrasi yang lebih besar dan penindakan yang lebih brutal.

"Kesepakatan dengan AS yang memberi keringanan sanksi adalah cara tercepat untuk mengatasi masalah ekonomi," kata konsultan yang berbasis di New York itu dalam catatan kepada klien pada Kamis.

"Namun, Iran kemungkinan besar tidak akan membuat konsesi pada isu-isu utama selama Khamenei tetap di posisinya sebagai pemimpin rezim."

(bbn)

No more pages