Trump kadang-kadang mengungkapkan kekesalannya terhadap para pemilih yang memberinya nilai rendah atas kepemimpinannya.
"Saya berharap Anda bisa menjelaskan kepada saya apa yang sebenarnya terjadi pada pikiran masyarakat karena kita memberlakukan kebijakan yang tepat," ungkapnya.
Trump memamerkan kebijakan penindakan imigran, tarif besar-besaran, upaya menurunkan biaya obat-obatan, dan undang-undang (UU) pajak dan pengeluaran sebagai tonggak sejarahnya. Dia juga memberikan saran tajam kepada para anggota parlemen partainya mengenai pesan mereka, mendesak mereka agar secara agresif mempromosikan prioritas kebijakannya dan merombak sistem asuransi kesehatan nasional.
"Kalian memiliki begitu banyak amunisi, yang harus kalian lakukan hanyalah menjualnya," ucap Trump. "Kalian ingin mengubah keadaan ini? Kalian fokus pada negara-negara yang diistimewakan, kalian fokus pada perbatasan, kalian fokus pada semua hal yang kita bicarakan, tetapi sekarang fokus isu kesehatan mereka."
Mengenai UU pajaknya, Trump mengatakan "ada begitu banyak keuntungan," sehingga "harus kalian sampaikan."
Tahun Penentu
Pidato motivasi Trump disampaikan pada awal tahun penentu bagi presiden, di mana Pemilu akan menentukan kendali atas DPR dan Senat.
Tahun pertama Trump kembali menjabat memperlihatkan dia menggunakan kekuasaan eksekutifnya, mengabaikan Kongres untuk mencapai sejumlah tujuan kebijakannya.
Ketika berusaha melibatkan anggota Kongres, Trump menghadapi sedikit perlawanan dari Partai Republik. Namun, kehilangan salah satu ruang akan secara drastis melemahkan kemampuan presiden untuk melanjutkan agendanya di paruh kedua masa jabatannya. RUU besar sudah menghadapi jalan lebih sulit tahun ini akibat perpecahan Partai Republik dan suara mayoritas mereka yang tipis.
Hal ini juga akan membuka peluang baginya untuk penyelidikan baru dari Kongres yang dikendalikan Partai Demokrat. Selama masa jabatan pertamanya, Trump dimakzulkan dua kali: pertama karena kampanyenya untuk menekan Ukraina agar menyelidiki rivalnya dari Demokrat, Joe Biden, dan kedua karena andilnya dalam serangan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol AS.
Terlepas dari desakan Trump kepada anggota parlemen, survei menunjukkan bahwa presiden sendiri merupakan beban terbesar bagi partainya. Tingkat persetujuan atas kinerjanya mencapai 36% dalam jajak pendapat Gallup akhir tahun.
Angka keseluruhan tersebut hanya sedikit di atas rekor terendahnya sebesar 34% pada Januari 2021. Biaya hidup yang tinggi, isu yang diusung Trump dalam kampanye 2024, tetap menjadi prioritas utama para pemilih.
Partai Republik di Kongres memulai tahun ini dengan tantangan langsung, termasuk mencegah penutupan pemerintahan setelah 30 Januari saat dana untuk sebagian besar pemerintah federal habis.
Mereka juga bergulat dengan pertanyaan tentang penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh Trump dalam serangan militer yang berani akhir pekan lalu, serta pemungutan suara subsidi Obamacare yang akan segera dilakukan hanya beberapa hari sebelum pendaftaran terbuka ditutup.
Pertarungan Kesehatan
Trump menyoroti pertarungan seputar jaminan kesehatan, kembali menegaskan penolakannya terhadap perpanjangan subsidi tersebut, dan bersikeras pada anggota parlemen partainya bahwa sikapnya akan didukung oleh para pemilih.
"Saya mengeluarkan pernyataan, jangan biarkan uang itu mengalir ke para petinggi perusahaan asuransi," tegas Trump. "Biarkan uang itu langsung diberikan kepada masyarakat agar mereka dapat membeli sendiri jaminan kesehatan mereka."
Anggota DPR dari Partai Demokrat berencana memaksakan pemungutan suara untuk mengembalikan subsidi yang sudah berakhir berdasarkan UU kesehatan. Usulan Trump untuk memberikan uang tersebut langsung kepada konsumen agar mereka bisa memilih jaminan kesehatan mereka sendiri telah menimbulkan pertanyaan: bagaimana skema tersebut akan berjalan dan apakah akan memberikan hasil yang lebih baik?
Beberapa anggota DPR dari Partai Republik mempertanyakan apakah partai tersebut memanfaatkan kendali mereka atas kedua badan legislatif agar bergerak cukup agresif guna meloloskan agenda prioritas mereka.
Yang lain khawatir bahwa Republik belum cukup berupaya mempromosikan kemenangan mereka, seperti paket pajak dan pengeluaran bersejarah yang disahkan musim panas lalu.
Tantangan Republik
RUU "One Big Beautiful" Trump memperpanjang pemotongan pajak yang disahkan pada masa jabatan pertamanya, bersama dengan kebijakan baru yang dijanjikan presiden selama kampanye 2024, termasuk pembebasan pajak atas tip dan upah lembur.
Gedung Putih menyatakan bahwa rakyat AS akan merasakan manfaatnya pada tahun depan, dan mendesak pemilih agar memberi pemerintah lebih banyak waktu untuk membuktikan bahwa kebijakan ekonominya berhasil.
Republik kesulitan menyampaikan pesan tersebut kepada pemilih. Demokrat berhasil meraih serangkaian kemenangan signifikan dalam Pemilu sela tahun 2024, di mana kekhawatiran tentang keterjangkauan menjadi fokus utama. Pemilih mengungkap kecemasan atas tingginya biaya bahan makanan dan perumahan, serta laju pertumbuhan upah.
Demokrat menuding agenda tarif Trump, berakhirnya subsidi kesehatan, dan meningkatnya permintaan energi dari sektor kecerdasan buatan (AI) yang didorong presiden, sebagai penyebab kenaikan biaya konsumen. Inflasi mereda dari level tertinggi dalam empat dekade yang tercatat pada 2022, tetapi harga secara keseluruhan terus naik tahun lalu.
Ketegangan internal Republik terlihat jelas, di mana sejumlah anggota parlemen terkemuka mengumumkan rencana pensiun. Di antaranya Anggota Kongres Elise Stefanik dari New York dan Marjorie Taylor Greene dari Georgia, yang masa jabatannya berakhir pada Senin.
Meski Stefanik merupakan pendukung setia Trump, Greene adalah mantan sekutu yang berubah menjadi salah satu kritikus paling tajam Partai Republik terhadap presiden, karena berbeda pendapat mengenai penanganan administrasi terhadap berkas-berkas terkait Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang tercela, serta fokus presiden pada kebijakan luar negeri.
(bbn)































