Jejak Bangkai Monorel DKI: Sengketa Hingga Bikin Gerah Pramono
Mis Fransiska Dewi
07 January 2026 12:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembersihan tiang monorel atau kereta api satu rel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said hingga Jalan Asia Afrika bakal dieksekusi pada pekan ketiga Januari 2026.
Rencana lama proyek mangkrak bertahun-tahun itu akhirnya segera terealisasi. Keputusan pembongkaran monorel ini sejatinya membuka lagi cerita lama karena berdiri tanpa fungsi selama dua dekade.
Proyek monorel Jakarta dimulai sejak era Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Pembangunannya diresmikan oleh Presiden Megawati pada 14 Juni 2004. Selang tiga tahun, pada 2007 proyek ambisius yang digarap oleh PT Jakarta Monorail (PT JM) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) ini terhenti di tengah jalan akibat berbagai persoalan, mulai dari sengketa aset, masalah pembiayaan, hingga keraguan kelayakan ekonomi.
Menurut rencana, proyek itu dibagi menjadi dua jalur, yakni jalur hijau dan jalur biru, dengan kapasitas angkut 120 ribu jiwa per hari. Monorel jalur hijau sepanjang 14,2 kilometer (km) akan melayani rute Semanggi-Kuningan. Jalur biru sepanjang 12,2 km melayani Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang-Roxy.
Pada 2007 Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), melalui anggotanya Bank DKI, berencana memberikan dukungan dana kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun monorel.






























