Logo Bloomberg Technoz

Namun, kombinasi komentar Rubio dan pernyataan Leavitt tetap diprediksi akan memperburuk hubungan dengan para pemimpin Denmark dan Greenland. Mereka telah melakukan penolakan keras terhadap tuntutan baru Trump untuk mengendalikan pulau tersebut. Trump sendiri telah merencanakan Greenland menjadi bagian dari AS sejak masa jabatan pertamanya, namun retorika ini kian agresif setelah ia meluncurkan operasi militer untuk menggulingkan Maduro di Venezuela pekan lalu.

Sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah ini, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menyatakan bahwa pemerintah Denmark dan Greenland telah meminta pertemuan khusus dengan Marco Rubio. Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt menambahkan melalui unggahan di Facebook bahwa fokus pembicaraan adalah “untuk membahas pernyataan keras Amerika Serikat terkait Greenland.”

“Keinginan kami untuk bertemu tentu saja karena kami memiliki kesan bahwa sebagian dari diskusi ini didasarkan pada kekeliruan pembacaan situasi,” ujar Lokke Rasmussen kepada wartawan. “Kami yakin masuk akal untuk mencoba mengatur pertemuan dengan mitra Amerika kami guna menjernihkan kesalahpahaman yang mungkin ada.”

Sebelumnya pada Selasa, para pemimpin Eropa mengeluarkan pernyataan bersama yang memperingatkan bahwa Trump harus menghormati integritas teritorial Greenland dan Denmark. Mereka menegaskan bahwa Greenland berada di bawah payung pertahanan kolektif NATO sebagai bagian dari Kerajaan Denmark, serta bahwa keamanan di kawasan Arktik harus diwujudkan secara kolektif bersama para sekutu NATO.

Pernyataan serupa juga dikeluarkan oleh menteri luar negeri dari Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, dan Swedia yang mendesak penghormatan terhadap “prinsip-prinsip fundamental Piagam PBB dan hukum internasional, termasuk kedaulatan perbatasan.”

Sebelumnya, PM Denmark Mette Frederiksen telah memperingatkan bahwa serangan AS terhadap Greenland akan berarti berakhirnya aliansi NATO dan “keamanan yang telah dibangun sejak akhir Perang Dunia Kedua.” Namun, pejabat AS justru semakin meningkatkan retorika terkait isu ini. Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller mengatakan kepada CNN bahwa di dunia yang “diatur oleh kekuatan,” AS memiliki hak untuk mengambil wilayah tersebut.

“Ini tentu saja sesuatu yang tidak bisa kami setujui," kata Lokke Rasmussen. "Dan ini juga bukan sesuatu yang Greenland berambisi untuk sepakati, jadi itu jelas merupakan sebuah garis merah (red line).”

(bbn)

No more pages