Logo Bloomberg Technoz

Namun, sejumlah perusahaan minyak masih waspada untuk menggelontorkan investasi puluhan miliar dolar ke negara tersebut dalam satu dekade ke depan guna merevitalisasi jaringan pipa, stasiun pompa, dan fasilitas pengolahan yang membentuk infrastruktur minyaknya yang menua dan rapuh. Para eksekutif mencari jaminan keamanan fisik dan finansial di tengah kekhawatiran yang terus membara mengenai stabilitas pemerintahan pasca-Maduro.

Exxon Mobil Corp. dan ConocoPhillips sebelumnya beroperasi di Venezuela, namun angkat kaki setelah aset mereka dinasionalisasi oleh pendahulu Maduro, Hugo Chávez, pada pertengahan 2000-an. Chevron Corp. saat ini beroperasi di Venezuela berdasarkan lisensi khusus dari pemerintah AS.

Saat ini Venezuela memproduksi sekitar 1 juta barel minyak per hari — jauh di bawah masa kejayaannya pada era 1970-an. Bahkan untuk sekadar mempertahankan tingkat produksi saat ini, dibutuhkan investasi sebesar US$53 miliar selama 15 tahun ke depan, menurut analis Rystad Energy dalam sebuah catatan.

Wright secara terpisah juga diperkirakan akan bertemu dengan para eksekutif dari perusahaan-perusahaan minyak besar dalam ajang Goldman Sachs Energy, Clean Tech & Utilities Conference pada Rabu di Miami, kata pejabat Gedung Putih tersebut.

Perwakilan dari Chevron, ConocoPhillips, dan perusahaan lainnya dijadwalkan menghadiri konferensi itu.

Sejumlah perwakilan perusahaan minyak menyatakan mereka memerlukan jaminan tambahan terkait stabilitas politik di Venezuela serta keselamatan personel dan aset mereka, kata sumber-sumber tersebut.

Mereka juga menyampaikan kekhawatiran bahwa pertemuan yang melibatkan seluruh industri dapat membatasi kemampuan mereka untuk berbicara secara terbuka tanpa berpotensi melanggar undang-undang antimonopoli AS. Dalam situasi saat ini, sebuah pertemuan semacam itu juga dapat dipersepsikan sebagai bentuk dukungan terhadap rencana Trump untuk menggunakan perusahaan minyak Barat dalam membangun kembali sektor minyak Venezuela.

(bbn)

No more pages