Logo Bloomberg Technoz

Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Selasa (6/1/2026).

  1. Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 22,83 poin
  2. Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 9,5 poin
  3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 7,88 poin
  4. Merdeka Copper Gold (MDKA) menyumbang 5,79 poin
  5. Mora Telematika Indonesia (MORA) menyumbang 5,17 poin
  6. Petrosea (PTRO) menyumbang 5,15 poin
  7. Darma Henwa (DEWA) menyumbang 3,78 poin
  8. Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) menyumbang 3,41 poin
  9. Indah Kiat Pulp and Paper Corp (INKP) menyumbang 3,12 poin
  10. Bank Sinarmas (BSIM) menyumbang 2,96 poin

Adapun saham–saham barang baku lainnya juga jadi pendorong laju melesatnya IHSG, saham PT Pam Mineral Tbk (NICL) melesat dengan kenaikan 24,7%, dan saham PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) juga melesat di zona hijau dengan menguat 24,3%.

Adapun saham perindustrian juga jadi penopang IHSG, saham PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) melesat 19,3%, saham PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menguat 10,3%, dan saham PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) juga menguat dengan terapresiasi 9,87%.

Disusul oleh penguatan saham LQ45, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang menguat 10,1%, saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melesat 9,73%, dan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang mencetak penguatan 5,61%.

Nomura Naikkan Rekomendasi Saham RI Jadi 'Overweight'

Lembaga investasi global Nomura Holdings Inc., menaikkan rekomendasi untuk saham–saham Indonesia menjadi overweight, dengan latarbelakang valuasi yang menarik serta kebijakan dalam negeri yang mendukung pertumbuhan (pro–growth).

Mengutip Bloomberg News, Selasa (6/1/2026), kenaikan rekomendasi saham dari Nomura seiringan dengan komitmen Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, yang terus gencar mendorong pertumbuhan ekonomi pada Kuartal keempat, yang didukung oleh penyaluran bantuan tunai serta peningkatan belanja pemerintah. 

“Pasar telah menjadi underperformer yang signifikan,” dan siklus penurunan suku bunga Bank Sentral menjadi sentimen positif bagi saham domestik, tulis Chetan Seth, Analis Strategi Nomura, dalam risetnya. 

Pada saat yang sama, Chetan juga menyebut kecemasan pasar yang sempat muncul terkait independensi Bank Indonesia, kredibilitas fiskal, ketidakpastian kebijakan, serta lambatnya penyaluran fiskal diprediksi akan berangsur mereda.

Optimisme Nomura terhadap saham–saham Indonesia sejalan dengan pandangan terbaru JPMorgan Chase and Co. dan UOB Kay Hian Pte. JPMorgan menetapkan target baru bagi IHSG hingga setinggi 10.000 pada tahun 2026, didorong oleh pemulihan laba, tulis para Analis Strategi JPMorgan termasuk Henry Wibowo dalam catatan terpisah, menyitir Bloomberg News.

Terlebih lagi, Analis UOB Kay Hian, dalam catatan lainnya. Ia memproyeksikan target IHSG berpotensi mencapai level 9.200 pada sepanjang tahun 2026.

Arah Teknikal IHSG

Riset terbaru Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup menguat di level 8.933,61 (usai menguat 0,84%) pada perdagangan Selasa. Saham basic materials memimpin penguatan IHSG.

Berlanjutnya penguatan pada mayoritas harga komoditas logam dan adanya beberapa insentif dari pemerintah menjadi faktor positif pada pergerakan IHSG.

“Secara teknikal, histogram positif MACD berlanjut menguat seiring dengan kenaikan volume beli. Stochastic RSI juga berlanjut menguat menuju area overbought,” papar Phintraco.

Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang menguji level psikologis di 9.000, namun rentan minor pullback dalam jangka pendek karena profit taking. 

Sementara itu, Panin Sekuritas menyematkan IHSG menuju resistance psikologis 9.000. Jika level ini berhasil ditembus, maka IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju harmonic resistance 9.270 - 9.390.

“Di sisi lain, MA5 dan MA20 di range 8.667 - 8.797 menjadi support terdekat yang menopang pergerakan IHSG,” jelas Panin dalam riset terbarunya pada tutup dagang hari ini, Selasa.

(fad)

No more pages