Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, kondisi pasar tenaga kerja diperkirakan masih rapuh, karena masih didominasi oleh pekerja informal dan mismatch keterampilan. Situasi ini membatasi kenaikan pendapatan rumah tangga dan berimplikasi pada tingkat kemiskinan serta ketimpangan.

Sejalan dengan berbagai faktor tersebut, ia lantas memprediksi nilai tukar rupiah pada 2026 berada di level sekitar Rp17.000/US$, tingkat inflasi sebesar 3%, tingkat pengangguran terbuka 4,75%, tingkat kemiskinan 8,45%, serta rasio gini di kisaran 0,373.

Pada kesempatan sebelumnya, Chief Economist Mandiri Sekuritas Rangga Cipta memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih kuat pada 2026, seiring membaiknya eksekusi anggaran pemerintah dan pulihnya aktivitas investasi swasta. 

Ia memperkirakan ekonomi dapat tumbuh sekitar 5,2% pada 2026. 

"Di 2026 kita melihat pertumbuhan PDB bisa improve ke 5,2% dari yang 5% di 2025," kata Rangga dalam agenda Mandiri Sekuritas Outlook di Jakarta, Selasa (9/12/2025). 

Rangga menjelaskan, perlambatan belanja pemerintah di awal 2025 terjadi karena konsolidasi organisasi dan anggaran pada tahun pertama pemerintahan baru. Namun, memasuki semester II-2025, ia melihat percepatan signifikan pada belanja fiskal dan pelaksanaan program pemerintah. 

"Kita lihat Manufacturing PMI sudah naik, belanja retail juga naik, dan bahkan Consumer Confidence itu juga naik. Nah, sehingga berangkat dari situ, kalau eksekusi ini bisa berjalan konsisten di 2026, dan tidak ada lagi proses pemangkasan atau rekonsiliasi dari budget seperti di awal tahun, kita harusnya melihat kontribusi fiskal ini ke pertumbuhan akan lebih baik," jelasnya. 

(lav)

No more pages