AS Tegaskan Tak Duduki Venezuela Usai Penangkapan Maduro
News
06 January 2026 13:40

Magdalena Del Valle - Bloomberg News
Bloomberg, Pemerintahan Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak berniat menduduki Venezuela. Pernyataan ini disampaikan oleh utusan Washington untuk PBB pada hari Senin (5/1), di tengah gelombang kritik tajam dalam pertemuan darurat yang membahas operasi pasukan khusus terkait penangkapan Nicolás Maduro.
"Kami tidak sedang menduduki sebuah negara; ini adalah operasi penegakan hukum," tegas Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB yang digelar khusus untuk membahas situasi di Venezuela.
Waltz membela serangan AS tersebut dengan argumen bahwa Maduro adalah pemimpin kelompok teroris narkoba yang membanjiri AS dengan obat-obatan terlarang dan meraup keuntungan dari "penderitaan" rakyat Amerika maupun Venezuela. Ia menegaskan bahwa AS bertindak berdasarkan surat dakwaan yang sudah ada sebelumnya.
Pada saat yang sama, Waltz mengatakan kepada forum PBB bahwa Trump sebelumnya telah menempuh berbagai cara lain untuk mendorong Maduro mundur dari jabatannya. Ia menyebut Maduro sebagai pemimpin tidak sah sekaligus “buronan hukum.” Waltz juga mengulang klaim pemerintahan Trump bahwa aksi militer AS berkaitan dengan cadangan minyak Venezuela yang sangat besar.






























