Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, konsensus menghasilkan median proyeksi impor pada November tumbuh 3,81% yoy. Lebih baik ketimbang Oktober yang tumbuh -1,15% yoy

Ini mengindikasikan bahwa tekanan impor mulai mereda seiring membaiknya permintaan domestik dan kebutuhan bahan baku industri. 

Jika benar-benar terwujud, arah pergerakan antara ekspor dan impor yang berbeda ini perlu dicermati lebih lanjut. Sebab, jika impor benar-benar pulih, sedangkan ekspor masih terkontraksi maka surplus neraca perdagangan berisiko menyempit secara signifikan. Padahal, surplus neraca ini jadi penyangga volatilitas nilai tukar rupiah.

Untuk November, konsensus pasar menghasilkan median proyeksi surplus neraca perdagangan sebesar US$ 3,06 miliar. Lebih tinggi ketimbang Oktober yaitu US$ 2,39 miliar.

(lav)

No more pages