Logo Bloomberg Technoz

Maduro sendiri pertama kali didakwa oleh AS pada tahun 2020 dengan hadiah sayembara sebesar US$50 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi untuk penangkapannya. Dakwaan terbaru ini memperbarui poin-poin tuduhan serta menambah daftar terdakwa baru, termasuk istri dan putra Maduro.

Hingga kini, Maduro terus membantah terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba.

Berikut adalah rincian dakwaan dalam berkas tersebut:

  • Dakwaan Pertama: Konspirasi Narko-Terorisme
    Maduro dan dua terdakwa lainnya diduga sepakat mendistribusikan sedikitnya lima kilogram kokain dengan maksud menguntungkan kelompok teroris yang telah ditetapkan, termasuk Tren de Aragua dan Kartel Sinaloa.
  • Dakwaan Kedua: Konspirasi Impor Kokain
    Maduro dan lima terdakwa lainnya diduga sepakat menyelundupkan narkoba ilegal ke Amerika Serikat.
  • Dakwaan Ketiga: Kepemilikan Senapan Mesin dan Perangkat Destruktif
    Maduro dan lima terdakwa lainnya diduga menggunakan dan memiliki senapan mesin sebagai bagian dari konspirasi narko-terorisme dan impor kokain.
  • Dakwaan Keempat: Konspirasi Kepemilikan Senapan Mesin dan Perangkat Destruktif
    Maduro dan lima terdakwa lainnya diduga bersepakat untuk menggunakan dan memiliki senapan mesin sebagai bagian dari konspirasi narko-terorisme dan impor kokain.

Beberapa tuduhan utama dalam dakwaan tersebut antara lain:
Dakwaan ini menelusuri dugaan keterlibatan Maduro melalui berbagai jabatan yang ia pegang di pemerintahan Venezuela antara 1999 hingga 2025.

Sebagai anggota Majelis Nasional Venezuela pada 2000–2006, Maduro disebut “memindahkan muatan kokain di bawah perlindungan aparat penegak hukum Venezuela,” menurut jaksa.

  • Saat menjabat Menteri Luar Negeri Venezuela pada 2006–2013, Maduro diduga “memberikan paspor diplomatik Venezuela kepada para pengedar narkoba dan memfasilitasi perlindungan diplomatik bagi pesawat yang digunakan pencuci uang untuk memulangkan hasil perdagangan narkoba dari Meksiko ke Venezuela,” sebagaimana tercantum dalam dakwaan.
  • Pada 2020, Departemen Luar Negeri AS memperkirakan antara 200 hingga 250 ton kokain diselundupkan melalui Venezuela setiap tahun, menurut dakwaan tersebut.
  • Sebagai pemimpin Venezuela, jaksa menuding Maduro membiarkan “korupsi berbasis kokain berkembang demi kepentingannya sendiri, kepentingan anggota rezim yang berkuasa, serta kepentingan anggota keluarganya.”

Selain Maduro, dakwaan juga menjerat istrinya dan putranya, Nicolás Ernesto Maduro Guerra, yang dikenal dengan julukan “Nicolasito” atau “The Prince.” Menteri Dalam Negeri untuk Keadilan dan Perdamaian Venezuela, Diosdado Cabello Rondón, juga menjadi terdakwa, bersama politikus Venezuela Ramón Rodríguez Chacín serta Hector Rusthenford Guerrero Flores, yang diduga sebagai pemimpin Tren de Aragua.

  • Antara 2004 hingga 2015, Maduro dan Flores de Maduro disebut “bekerja sama menyelundupkan kokain, yang sebagian besar sebelumnya telah disita oleh aparat penegak hukum Venezuela, dengan bantuan pengawalan militer bersenjata,” demikian bunyi dakwaan.
  • Dalam periode yang sama, mereka disebut “memelihara kelompok geng yang didukung negara, yang dikenal sebagai colectivos, untuk memfasilitasi dan melindungi operasi perdagangan narkoba mereka,” serta “memerintahkan penculikan, pemukulan, dan pembunuhan terhadap pihak-pihak yang berutang uang narkoba atau yang melemahkan operasi perdagangan narkoba mereka,” menurut dakwaan tersebut.

(bbn)

No more pages