Logo Bloomberg Technoz

Menurut Kemenlu, situasi belakangan meningkatkan risiko terhadap keselamatan warga sipil termasuk risiko wabah penyakit. Alasannya, kamp-kamp terendam banjir, tenda rusak, runtuhnya bangunan serta paparan suhu dingin yang disertai malnutrisi.

Di sisi lain, para menteri luar negeri itu turut mengapresiasi upaya PBB khususnya UNRWA, serta organisasi non-pemerintah lainnya yang telah memberikan bantuan kepada warga sipil Palestina.

“Para menteri menyerukan kepada komunitas internasional untuk menegakkan tanggung jawab hukum dan moralnya serta menekan Israel,” tulis akun Kemenlu.

Mereka mendesak Israel untuk mencabut pembatasan atas masuk dan distribusi pasokan penting ke Jalur Gaza.

“Dilakukannya rehabilitasi infrastruktur dan rumah sakit, serta dibukanya Penyeberangan Rafah ke dua arah sebagaimana diatur dalam Rencana Komprehensif Presiden Trump,” tulis akun Kemenlu.

Melansir dari Bloomberg News, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkap langkah selanjutnya dalam proses perdamaian Gaza adalah menunjuk "Dewan Perdamaian" dan mengidentifikasi kelompok teknokrat yang akan membantu mengelola wilayah tersebut.

Rubio menjelaskan bahwa menyelesaikan tugas-tugas tersebut akan membuka jalan bagi pasukan stabilisasi asing memberikan keamanan di tengah konflik yang terus berlanjut dan memungkinkan para mediator mendorong ke fase selanjutnya dari gencatan senjata 20 poin antara Israel dan Hamas yang ditandatangani pada Oktober.

"Setelah terlaksana, saya pikir hal itu akan memungkinkan kita mengukuhkan pasukan stabilisasi, termasuk bagaimana pendanaannya, serta aturan keterlibatannya," ujar Rubio dalam konferensi pers akhir tahun.

Utusan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, diperkirakan akan bertemu dengan pejabat senior dari Mesir, Qatar, dan Turki di Miami, untuk mendiskusikan pemerintahan Gaza.

Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi rencana Trump, yang akan melibatkan pasukan dari beberapa negara mayoritas Muslim bergabung dengan pasukan internasional yang bekerja sama dengan Mesir dan Israel untuk menjaga ketertiban saat militer Israel menarik pasukannya dari Jalur Gaza.

Namun, AS dan Israel sejauh ini kesulitan mendapatkan komitmen dari negara mana pun untuk mengirim pasukan. Rubio mengakui bahwa negara-negara tersebut—termasuk Pakistan—ingin memahami lebih jelas bagaimana pasukan tersebut akan beroperasi.

(naw)

No more pages