Logo Bloomberg Technoz

Sudah Hilang, BMKG Tetap Ungkap Dampak Siklon Tropis Iggy

Muhammad Fikri
02 January 2026 19:40

Ilustrasi Fenomena cuaca dingin hingga turun kabut di Jakarta, Bekasi, hingga Tangerang. (Dok: BMKG)
Ilustrasi Fenomena cuaca dingin hingga turun kabut di Jakarta, Bekasi, hingga Tangerang. (Dok: BMKG)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa Siklon Tropis Iggy yang sempat terpantau berada di Samudra Hindia sebelah selatan DI Yogyakarta, kini telah dinyatakan punah atau menjadi sistem tekanan rendah (low). Meski demikian, otoritas tetap meminta masyarakat di sepanjang pesisir selatan Jawa untuk mewaspadai potensi dampak sisa yang dapat memengaruhi aktivitas kelautan dan distribusi logistik.

Berdasarkan pemantauan Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis (TCWC) Jakarta, siklon yang berevolusi dari Bibit Siklon 90S ini mencapai intensitas puncaknya pada 1 Januari 2026. Data terakhir menunjukkan kecepatan angin maksimum berada di level 40 knot (75 km/jam) dengan tekanan udara minimum sebesar 996 hPa sebelum akhirnya melemah signifikan.

Dalam keterangan resminya melalui kanal Tropical Cyclone BMKG, pelemahan sistem Iggy dipicu oleh berkurangnya dukungan parameter atmosferik di wilayah tersebut. Penurunan energi ini menyebabkan kecepatan angin melandai dan sistem tidak menunjukkan indikasi untuk berkembang kembali menjadi badai tropis yang merusak.


"Pelemahan sistem ini disebabkan oleh berkurangnya dukungan parameter atmosferik yang menyebabkan penurunan kecepatan angin," tulis BMKG dalam unggahannya @infobmkg, dikutip Jumat (2/1/2026).

Meskipun status "punah" telah disematkan, transisi energi dari siklon menuju sistem tekanan rendah biasanya masih membawa residu cuaca ekstrem. Fenomena ini berpotensi memicu gelombang tinggi di perairan selatan Jawa hingga Bali, yang dapat mengganggu aktivitas nelayan serta operasional pelayaran komersial.