Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan kajian teknikal PHINTRACO Sekuritas dalam laporan PHINTAS Daily: Domestic Market Review edisi 2 Januari 2026, pergerakan indikator teknikal IHSG menunjukkan potensi kelanjutan penguatan.

“Indikator Stochastic RSI mengindikasikan proses pembalikan arah menuju area pivot. Sementara itu, histogram negatif MACD yang semakin menyempit mencerminkan tekanan jual yang mulai mereda,” ujar tim riset Phintraco, Jumat (2/1/2026).

IHSG juga berhasil ditutup di atas rata-rata pergerakan jangka pendek MA5 dan MA20. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji rentang level 8.680 hingga 8.725, dengan area resistance di 8.725, pivot di 8.635, dan support di 8.550.

Pelaku pasar pada perdagangan awal Januari 2026 juga mencermati rilis sejumlah data ekonomi domestik. Indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia untuk Desember 2025 diperkirakan naik ke level 53,6 dari posisi 53,3 pada November 2025.

Neraca perdagangan November 2025 diproyeksikan mencatatkan surplus sebesar US$2,7 miliar, meningkat dibanding surplus US$2,4 miliar pada Oktober 2025.

Sementara itu, inflasi Desember 2025 diperkirakan melambat menjadi 2,5% secara tahunan (year on year/YoY), dari 2,72% YoY pada November 2025.

Dalam laporannya, PHINTRACO Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk perdagangan 2 Januari 2026, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Astra International Tbk (ASII).

(dhf)

No more pages