Logo Bloomberg Technoz

Sementara Bob Michele dari JPMorgan Asset Management memperkirakan harga emas masih akan memberi kejutan pada 2026. Mengutip Bloomberg News, Michele memperkirakan harga emas tahun depan bisa menyentuh level US$ 5.000/troy ons.

Sedangkan ANZ Group Holdings Ltd dalam laporannya memperkirakan harga emas bisa memuncak di dekat US$ 4.800/troy ons sebelum akhir kuartal II-2026. Setelah itu, baru sepertinya harga emas bakal turun.

Kemudian, survei Bank of America Corp mengungkapkan bahwa emas akan menjadi pilihan investasi kedua terpopuler pada 2026 setelah yen Jepang. Emas bahkan mengalahkan aset-aset besar lainnya seperti dolar AS, euro, dan franc Swiss.

Perajin menyelesaikan pembuatan perhiasan di Cikini Gold Center, Jakarta, Jumat (2/5/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Jumat (2/1/2026)? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas bertengger di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 53.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.

Namun indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 8. Jauh di bawah 20 yang berarti sangat jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, rasanya harga emas berpeluang naik. Cermati pivot point di US$ 4.341/troy ons.

Dari situ, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.348/troy ons. Resisten lanjutan ada di US$ 4.413/troy ons.

Akan tetapi kalau harga emas malah turun, maka target support terdekat adalah US$ 4.331/troy ons. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga ke rentang US$ 4.324-4.314/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 4.304/troy ons.

(aji)

No more pages