Logo Bloomberg Technoz

"Kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan secara tegas untuk membalas setiap pembatasan perdagangan yang tidak adil [guna melindungi kepentingan pembangunan China dan menjaga stabilitas rantai pasokan global]," beber Kemendag.

CBAM bertujuan melindungi sektor-sektor padat karbon Uni Eropa dari persaingan tidak adil selama transisi hijau blok tersebut—terutama dari produsen yang beroperasi di negara-negara dengan undang-undang iklim yang lebih lemah.

Namun, hal ini telah menuai kritik dari mitra dagang akibat implikasi proteksionisnya, di mana AS mendesak adanya "kelonggaran" bagi perusahaan-perusahaannya.

Kemendag China mengatakan pihaknya menentang usulan Uni Eropa untuk memperluas cakupan CBAM hingga mencakup sekitar 180 produk padat baja dan aluminium, seperti mesin, mobil, suku cadang mobil, dan peralatan rumah tangga. Rencana tersebut "melewati lingkup yang sah" dalam mengatasi perubahan iklim.

Kementerian tersebut kemudian mengecam keputusan Uni Eropa baru-baru ini agar mencabut larangan efektif terhadap kendaraan bermesin pembakaran internal baru. China mengatakan bahwa langkah-langkah untuk melonggarkan syarat regulasi ramah lingkungan di dalam blok tersebut, sambil menciptakan hambatan perdagangan di luar negeri atas nama perlindungan lingkungan merupakan "standar ganda."

"Uni Eropa sedang mendorong bentuk proteksionisme perdagangan baru dengan dalih mencegah 'kebocoran karbon' yang akan meningkatkan biaya aksi iklim bagi negara-negara berkembang dan 'sangat merusak kepercayaan internasional,'" kata Kemendag, seraya mendesak Brussel untuk menjaga pasarnya tetap terbuka.

(bbn)

No more pages