“Penandatanganan HoA ini menjadi tonggak awal dalam menjajaki kebutuhan investasi strategis yang besar, mendorong pengembangan EBT yang andal,” kata Pandu dalam keterangan resmi, Senin (22/12/2025).
Dalam keterangan yang sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan peran Danantara diharapkan memperkuat langkah PLN dalam mengembangkan energi terbarukan secara lebih terstruktur.
Sekaligus, kata Darmawan, memastikan proyek-proyek hijau yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang.
Lebih lanjut, melalui kerja sama tersebut Danantara dan PLN akan menggabungkan kapabilitas investasi dan keahlian operasional di sektor ketenagalistrikan.
Dalam proyeksi penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 20 gigawatt (GW), PLN mengestimasikan total investasi mencapai Rp600 triliun atau setara US$36 miliar.
Sebelumnya, Kementerian ESDM telah mengesahkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Periode 2025—2034.
Dalam RUPTL tersebut, pemerintah menetapkan target bahwa 76% dari total tambahan kapasitas pada periode 2025—2034 berasal dari EBT dan storage atau sistem penyimpanan energi.
Total penambahan kapasitas pembangkit listrik dalam RUPTL PLN selama periode tersebut diproyeksikan mencapai 69,5 gigawatt (GW), yang terdiri atas pembangkit EBT sebesar 42,6 GW (61%).
Kemudian, storage termasuk Battery Energy Storage System (BESS) dan PLTA Pumped Storage sebesar 10,3 GW (15%), serta pembangkit fosil sebesar 16,6 GW.
Adapun, rencana pengembangan pembangkit EBT tersebar di lima wilayah besar Indonesia. Jawa—Madura—Bali (JMB) akan menjadi kontributor utama dengan total kapasitas pembangkit sebesar 19,6 GW dan storage 8 GW.
Sumatra menyusul dengan total kapasitas pembangkit 9,5 GW dan storage 1,6 GW, sementara Kalimantan total kapasitas pembangkit 3,5 GW dan storage 0,7 GW.
Adapun, taksasi investasi sektor kelistrikan selama 10 tahun ke depan mencapai Rp2.967,4 triliun atau Rp2,96 kuadriliun.
(azr/naw)
































