Logo Bloomberg Technoz

Penurunan biaya penyimpanan energi terjadi ketika kapasitas tenaga surya dan angin mencapai rekor di beberapa negara, membebani jaringan listrik yang terpaksa membatasi penggunaannya demi menjaga stabilitas.

Keterjangkauan juga menjadi faktor penting bagi negara-negara berkembang dengan tingkat polusi tinggi yang ingin beralih dari bahan bakar fosil, yang masih menarik karena harganya yang kompetitif.

“Tenaga surya tidak lagi hanya listrik murah di siang hari, sekarang menjadi listrik yang dapat dikirim kapan saja,” kata Kostantsa Rangelova, analis kelistrikan global di Ember sekaligus penulis utama laporan tersebut.

“Ini adalah perubahan besar bagi negara-negara dengan permintaan yang tumbuh cepat dan sumber daya surya yang kuat.”

Paket baterai yang lebih kecil juga makin murah berkat kelebihan kapasitas produksi, kompetisi yang ketat, dan pergeseran berkelanjutan menuju baterai litium iron phosphate yang berbiaya lebih rendah.

Hal ini diperkirakan akan mempercepat adopsi kendaraan listrik dan pembangunan sistem penyimpanan berskala besar, menurut perkiraan terbaru BloombergNEF.

(bbn)

No more pages