Logo Bloomberg Technoz

Hingga November 2025, Airlangga menjelaskan Indonesia telah memobilisasi US$3,1 miliar dana dari JETP tersebut. Sementara itu, US$5,5 miliar lainnya sedang dalam proses negosiasi untuk proyek-proyek konkret.

“Inggris, Irlandia juga menyampaikan studi mengenai Just Framework yang sudah memberikan langkah-langkah implementatif untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dan inklusivitas dalam transisi energi,” ucap Airlangga.

Adapun, hal tersebut diungkapkan Airlangga usai menggelar rapat koordinasi perkembangan implementasi JETP, yang merupakan tindak lanjut rapat sebelumnya pada Maret 2025.

Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Kemenko Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah; Kementerian Keuangan; Kementerian ESDM; Kementerian Perindustrian; Dewan Ekonomi Nasional, PT PLN.

Serta perwakilan mitra internasional, termasuk Duta Besar negara-negara anggota International Partners Group (IPG), perwakilan Uni Eropa, Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ), serta lembaga internasional Asian Development Bank (ADB), World Bank (WB) dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

Sebagai informasi, Pemerintah Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Norwegia, dan Uni Eropa membentuk IPG yang berkomitmen untuk mendukung JETP Indonesia melalui pendanaan pembangunan.

Selanjutnya, IPG tersebut bekerja sama dengan GFANZ yang merupakan koalisi global di mana terdiri dari lembaga-lembaga keuangan terkemuka.

Pada awal 2025, Jerman mengambilalih kepemimpinan IPG di JETP Indonesia bersama Jepang.

Melalui kelompok kerja yang dibentuk oleh GFANZ, lembaga keuangan terkemuka seperti Standard Chartered, berkomitmen untuk memobilisasi pendanaan swasta dan memfasilitasi investasi guna mendukung transisi energi Indonesia bersama dengan IPG.

(azr/wdh)

No more pages