Studi tahun 2022 menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-olahan meningkatkan risiko penyakit ginjal sebesar 24%. Kandungan natrium yang tinggi membuat ginjal bekerja ekstra untuk menahan air lebih banyak, sehingga memicu tekanan darah tinggi.
Dalam jangka panjang, pembuluh darah mulai rusak dan kemampuan filtrasi ginjal menurun drastis. Para pakar menyarankan mengganti camilan olahan dengan buah segar, kacang tanpa garam, atau makanan rumahan.
2. Sosis dan Daging Olahan
Produk seperti sosis, bacon, dan daging merah olahan mengandung lemak jenuh serta protein hewani berlebih yang sulit diproses ginjal.
Penelitian pada populasi besar menunjukkan bahwa konsumsi daging merah secara rutin mempercepat penurunan fungsi ginjal dan meningkatkan peluang gagal ginjal.
Protein hewani yang tinggi meningkatkan tekanan filtrasi pada ginjal sehingga mempercepat kerusakan jaringan ginjal. Sebagai alternatif, sumber protein nabati seperti kacang merah, lentil, tempe, dan tahu jauh lebih ramah bagi kesehatan ginjal.
3. Makanan Tinggi Garam
Konsumsi garam berlebih merupakan musuh terbesar ginjal. Natrium yang tinggi memaksa ginjal menahan air lebih banyak, membuat tekanan darah naik secara signifikan. Tekanan darah tinggi adalah penyebab utama penyakit ginjal kronis di berbagai negara.
Menurut CDC, 75% konsumsi garam harian masyarakat berasal dari makanan olahan dan makanan restoran, bukan dari garam rumah tangga. Dalam jangka panjang, kelebihan garam merusak struktur ginjal, mengganggu filtrasi, dan meningkatkan risiko gagal ginjal.
Mengurangi konsumsi mie instan, makanan cepat saji, dan bumbu kemasan sangat dianjurkan bagi siapa pun yang ingin menjaga kesehatan ginjal hingga usia lanjut.
Bahaya Minuman Manis dan Fosfor Tersembunyi
Tidak hanya makanan, jenis minuman tertentu juga dapat memberi dampak serius terhadap kesehatan ginjal. Beberapa di antaranya bahkan sering dikonsumsi harian tanpa disadari.
4. Soda dan Minuman Manis
Mengonsumsi soda secara rutin, baik dengan gula maupun pemanis buatan, dapat mempercepat kerusakan ginjal. Kandungan fosfat tinggi dan pemanis buatan terbukti mengganggu fungsi filtrasi ginjal.
Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang minum dua gelas soda per hari memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ginjal kronis. Selain itu, sifat asam dan berkarbonasi soda memicu dehidrasi serta pembentukan batu ginjal.
Kombinasi tersebut menambah beban pada ginjal yang sudah bekerja keras. Mengganti soda dengan air putih, teh herbal, atau jus alami adalah langkah sederhana yang berdampak besar bagi ginjal.
5. Makanan Tinggi Fosfor
Fosfor adalah mineral penting, namun konsumsi berlebihan—khususnya dari makanan olahan—sangat berbahaya bagi ginjal.
Fosfor tambahan banyak ditemukan dalam keju olahan, daging olahan, roti kemasan, soda, dan makanan panggang instan.
Ginjal bekerja ekstra keras untuk membuang fosfor berlebih, sehingga paparan jangka panjang menyebabkan ketidakseimbangan mineral, kerusakan tulang, hingga penyakit jantung.
Orang dengan risiko penyakit ginjal dianjurkan membaca label makanan dan menghindari kandungan fosfat tambahan
(seo)


























