Logo Bloomberg Technoz

Kyiv telah mengintensifkan serangannya terhadap infrastruktur energi Rusia—mulai dari kilang minyak hingga terminal laut—untuk mengurangi pendapatan yang mendanai mesin perang Moskwa. Pada saat yang sama, serangan udara Kremlin yang tak henti-henti menghantam sistem energi Ukraina, memicu pemadaman listrik darurat saat musim dingin dimulai.

Dalam pernyataan di Telegram, pelaksana tugas kepala pemerintah daerah Dnipropetrovsk, Vladyslav Haivanenko mengungkap Rusia juga menargetkan infrastruktur sipil, di mana 14 orang terluka semalam di Dnipro, kota terbesar keempat Ukraina.

Rusia dan Ukraina melancarkan serangan yang semakin intensif guna mendapat keunggulan menjelang potensi perjanjian damai baru. Para pemimpin Eropa dan sekutu lainnya memberi tahu AS bahwa rencana perdamaiannya untuk Ukraina membutuhkan "ketentuan tambahan." Mereka terburu-buru mencoba memperlambat pemerintahan Trump yang bertekad memberi konsesi pada Rusia dan memberlakukan syarat-syarat sebelum Thanksgiving.

Pembangkit listrik Shatura juga merupakan pemasok utama panas dan listrik ke kota terdekat dengan nama yang sama. Menurut Vorobyov, sistem cadangan telah diaktifkan untuk memastikan pasokan listrik Shatura tetap berjalan tanpa gangguan.

"Untuk menjaga pasokan panas hingga situasi sepenuhnya stabil, kami telah mengirim unit boiler modular mobile ke wilayah tersebut," ujarnya.

Ukraina juga melancarkan serangan drone semalam di pelabuhan Laut Hitam Rusia, Novorossiysk, yang merupakan lokasi terminal minyak mentah, produk minyak, dan biji-bijian. Peringatan drone berlangsung sekitar empat jam, menurut saluran Telegram wali kota setempat Andrey Kravchenko.

Meski jaringan listrik Rusia relatif stabil, sebagian besar peralatan sebelumnya dipasok oleh perusahaan-perusahaan Barat, termasuk General Electric Co dan Siemens AG. Hal ini meningkatkan kerentanan jaringan listrik karena sanksi energi menyulitkan penggantian komponen yang rusak.

(bbn)

No more pages