Logo Bloomberg Technoz

Tinjauan Wamen ESDM Tegaskan Akselerasi RDMP Balikpapan


(Dok. KPI)
(Dok. KPI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang dijalankan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) terus menunjukkan kemajuan. Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas sekaligus kompleksitas Kilang Balikpapan, sehingga mampu memproduksi bahan bakar dengan kualitas lebih tinggi dan lebih ramah lingkungan.

Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman, menyampaikan bahwa berbagai tahap krusial telah diselesaikan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Salah satunya adalah pengoperasian awal unit utama pengolahan, yaitu Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex RDMP Balikpapan, pada 10 November 2025.

Taufik menuturkan bahwa RFCC merupakan fasilitas inti yang memungkinkan kilang menghasilkan produk berstandar Euro V, sekaligus meningkatkan efisiensi dan nilai ekonomi Kilang Balikpapan. Pengoperasian RFCC pada peringatan Hari Pahlawan 2025 menjadi momentum simbolis komitmen KPI dan Pertamina dalam mendukung pembangunan yang mandiri dan berkelanjutan.

“Ini merupakan tahapan penting yang telah dilalui KPI dan Pertamina dalam pengoperasian RDMP Balikpapan. RFCC tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, tetapi juga memperbesar nilai tambah dari sumber daya alam dalam negeri,” ujar Taufik.

Terkait hal itu, pada Selasa (17/11/2025), Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, melihat langsung perkembangan RDMP Balikpapan, didampingi oleh Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan beserta jajaran direksi. 


Dalam kesempatan itu, Yuliot Tanjung mengatakan bahwa investasi Pertamina dalam proyek RDMP Balikpapan sangat besar. "Untuk investasi yang dilakukan di sini, nilainya itu adalah 7,4 miliar USD atau disetarakan dengan rupiah, itu adalah sekitar 126 triliun. Ini merupakan investasi yang sangat besar yang dilakukan oleh BUMN pada satu titik kegiatan," kata Yuliot.

Yuliot juga mengatakan bahwa dengan adanya investasi tersebut, akan mendukung visi Pemerintahan Presiden Prabowo dalam hal ketahanan energi dan mendukung ketahanan nasional secara keseluruhan. "Karena seluruh kegiatan ekonomi tidak mungkin tanpa ketersediaan energi," ujarnya.