Selanjutnya, Sumatra bagian Selatan sebesar 459 juta barel, Jawa bagian Barat sebesar 463 juta barel, Maluku sebesar 372 juta barel, Natuna sebesar 161 juta barel, Papua sebesar 109 juta barel, Sulawesi sebesar 56 juta barel, Aceh sebesar 19 juta barel, dan Sumatra Utara sebesar 1,73 juta barel.
Sebaran Gas
Adapun, cadangan gas bumi, Laode menjelaskan cadangan terbukti mencapai 34.78 TCF, cadangan mungkin sebesar 11.86 TCF, dan harapan sebesar 9,21 TCF.
Sementara itu, cadangan gas bumi terbesar terdapat di Maluku sebesar 15,78 TCF , diikuti Kalimantan sebesar 11,59 TCF dan Papua sebesar 10,26 TCF.
Selanjutnya, Sumatra bagian Selatan memiliki cadangan sebesar 5,31 TCF, Sulawesi sebesar 4,6 TCF, Jawa bagian Timur sebesar 3,62 TCF.
Kemudian, Natuna sebesar 1,59 TCF, Jawa bagian Barat sebesar 1,55 TCF, Sumatra bagian Tengah sebesar 799,9 miliar standar kaki kubik (BSCF), Aceh sebesar 424 BSCF, dan Sumatra Utara sebesar 329,5 BSCF.
Sebagai informasi, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat status cadangan minyak di Indonesia per akhir semester I-2025 mencapai 4,31 miliar barel, sedangkan gas 51,98 TCF.
Adapun, jumlah wilayah kerja (WK) migas yang tercatat di Indonesia saat ini mencapai 165 WK. Sebanyak 105 WK telah berproduksi atau dieksploitasi baik melalui skema gross split maupun cost recovery.
Sementara itu, sebanyak 43 WK aktif telah dieksplorasi baik dengan skema gross split maupun cost recovery.
Untuk lapangan minyak, sampai saat ini SKK Migas mencatat terdapat 3.199 yang sudah dieksplorasi maupun dalam pengembangan. Dari lapangan tersebut, terdapat 44.714 sumur minyak yang tercatat.
Untuk gas, tercatat Indonesia memiliki dua fasilitas gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di Tangguh dan Bontang, 7 kilang gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG), 22 fasilitas terapung FPSO, FPU, dan FSO, serta 47.500 kilometer pipeline gas.
(azr/wdh)





























