Logo Bloomberg Technoz

Isu Penurunan RKAB 2026, Harga Nikel hingga Batu Bara Bisa Naik

Mis Fransiska Dewi
13 November 2025 11:50

Material mixed hydroxide precipitate (MHP) dalam rangkaian proses pengolahan nikel milik Harita Nickel. (Dok Dimas Ardian/Bloomberg)
Material mixed hydroxide precipitate (MHP) dalam rangkaian proses pengolahan nikel milik Harita Nickel. (Dok Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mensinyalir volume produksi tambang dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 bakal turun dari tahun ini. Hal tersebut dinilai akan membawa dampak signifikan ke pasar komoditas; khususnya batu bara, tembaga, dan nikel.

Analis komoditas dan founder Traderindo Wahyu Laksono mengatakan potensi penurunan RKAB 2026—baik karena inisiatif pemerintah untuk nikel dan batu bara, maupun karena kendala produksi tembaga PT Freeport Indonesia (PTFI) — memiliki tujuan yang sama; yakni mengurangi pasokan yang beredar untuk menciptakan keseimbangan pasar yang lebih baik.

Kondisi tersebut, lanjutnya, berpotensi menguatkan harga masing-masing komoditas tambang anadalan Indonesia itu.


“Pengurangan RKAB merupakan upaya untuk mengendalikan suplai yang selama ini dinilai berlebihan [oversupply] di pasar global, yang berakibat pada tekanan harga,” kata Wahyu saat dihubungi, Kamis (13/11/2025). 

Ilustrasi tambang nikel di Morowali Sulawesi Tengah (Dimas Ardian/Bloomberg)

Nikel