Logo Bloomberg Technoz

IHSG Diramal Tembus 8.500, Pasar Nantikan Data Ekonomi Global

Artha Adventy
13 November 2025 08:33

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan menuju level psikologis 8.500 pada perdagangan Kamis (13/11/2025). Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (12/11/2025), IHSG ditutup menguat 0,26% ke level 8.388,57 setelah dua hari berturut-turut melemah.

Menurut riset MNC Sekuritas, meskipun IHSG menguat, pergerakannya masih didominasi oleh tekanan jual. Dalam skenario terbaik (best case), IHSG dinilai masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju rentang 8.487–8.539. Area 8.279–8.332 disebut sebagai zona koreksi berikutnya, dengan support di 8.332 dan 8.276, serta resistance di 8.488 dan 8.532.

Sementara itu, riset Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa penguatan IHSG ditopang oleh data ekonomi domestik yang mulai membaik, seiring tren penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) dan paket stimulus dari pemerintah. BI mengindikasikan masih terbuka peluang penurunan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin hingga akhir Maret 2026.


Selain itu, maraknya sejumlah aksi korporasi emiten seperti buyback saham, pembagian dividen interim, rights issue, private placement, dan akuisisi juga menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks.

Dari sisi eksternal, pelaku pasar akan mencermati rilis data pertumbuhan ekonomi (GDP) Inggris kuartal III-2025 yang diperkirakan tumbuh 0,2% secara kuartalan (QoQ) dan 1,4% secara tahunan (YoY), serta data produksi industri Zona Euro September 2025 yang diproyeksikan naik 0,7% secara bulanan (MoM) setelah turun 1,2% pada bulan sebelumnya.