Meski terjadi gangguan, menurut data CFRA, S&P 500 melonjak sekitar 2% sejak shutdown dimulai, melampaui rata-rata selama shutdown sebelumnya.
"Kami adalah pembeli dari penurunan ini dan mempertahankan prediksi bullish taktis kami," kata tim JPMorgan Market Intelligence yang dipimpin Andrew Tyler. "Katalis jangka pendek terbesar adalah pembukaan kembali pemerintahan, yang akan memperkuat proyeksi PDB kuartal berjalan, tetapi juga mungkin melepaskan lebih banyak likuiditas ke pasar, yang biasanya menopang saham."
Perdagangan obligasi Treasury tunai ditutup karena libur Hari Veteran, sehingga kontrak berjangka obligasi 10 tahun menguat dan dolar AS melemah setelah data tenaga kerja sektor swasta dari ADP Research menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja AS.
Pasar uang juga menambah spekulasi pada pemotongan suku bunga The Fed, dengan peluang pemangkasan lebih dari 60% bulan depan. Yen stabil di sekitar level 154 per dolar AS setelah melonjak menyusul rilis data ADP.
Pembukaan kembali pemerintah kini bergantung pada DPR, yang berencana kembali ke Washington untuk mempertimbangkan paket anggaran tersebut. Rancangan undang-undang (RUU) ini akan membuat sebagian besar pemerintahan tetap beroperasi hingga 30 Januari dan beberapa lembaga hingga 30 September.
Jika disetujui, RUU tersebut akan diserahkan kepada Presiden Donald Trump, yang telah mendukung legislasi tersebut.
Jim Reid dari Deutsche Bank mengungkap bahwa pada 2013, di mana shutdown terakhir memengaruhi laporan tenaga kerja, pemerintahan dibuka kembali pada 17 Oktober, dan laporan tenaga kerja September dirilis lima hari kemudian.
"Jadi berdasarkan jadwal tersebut, kita bisa mendapatkan laporan tenaga kerja September dengan cukup cepat, terutama karena rilis awalnya seharusnya pada 3 Oktober, hanya beberapa hari setelah shutdown dimulai," ujarnya. "Awal pekan depan adalah waktu yang realistis."
Dimulainya kembali rilis data ekonomi akan memperkuat spekulasi penurunan suku bunga The Fed. Sebagian besar ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan bahwa para pejabat The Fed akan menurunkan biaya pinjaman sebesar seperempat poin pada pertemuan 9-10 Desember.
Namun, arah bank sentral masih belum jelas setelah Gubernur Jerome Powell bulan lalu mengatakan pemotongan suku bunga bukanlah hal yang kepastian—pandangan yang sejak itu juga dianut oleh pejabat The Fed lainnya.
"Komentar kolektif menunjukkan adanya perpecahan signifikan yang berkelanjutan dalam pandangan Komite, dan ambang batas pemotongan suku bunga Desember jelas meningkat," tulis ekonom Deutsche Bank, termasuk Amy Yang dan Matthew Luzzetti, awal pekan ini.
Meski saham teknologi turun pada Selasa, laporan keuangan dari perusahaan teknologi besar memberi banyak hal yang menarik bagi perdagangan sektor AI. Investor kini menantikan laporan dari perusahaan terbesar di industri ini—Nvidia. Hal ini akan menjadi peristiwa penting berikutnya bagi pasar setelah isu shutdown AS mereda.
Produsen unit pemrosesan grafis yang digunakan dalam komputasi AI ini dijadwalkan melaporkan kinerjanya pada 19 November, dan ekspektasinya tinggi—terutama setelah CEO Jensen Huang memberikan prospek pertumbuhan yang kuat dalam acara baru-baru ini.
"Saham teknologi akan terus menentukan arah pasar saham ke depannya, terlepas dari apakah investor suka atau tidak," jelas Matt Maley dari Miller Tabak.
Di sektor komoditas, harga minyak menguat karena tanda-tanda melemahnya pasar minyak mentah diimbangi oleh lonjakan premi bahan bakar, seperti bensin dan solar. Emas memangkas kenaikan seiring para pelaku pasar mempertimbangkan kemungkinan berakhirnya shutdown.
Beberapa pergerakan utama di pasar:
Saham
- Nikkei 225 turun 0,1% pada pukul 07.15 waktu Tokyo
- Hang Seng naik 0,4%
- S&P/ASX 200 naik 0,2%
Mata Uang
- Indeks Dolar Spot Bloomberg sedikit berubah
- Euro sedikit berubah ke level US$1,1583
- Yen Jepang tidak berubah di 154,15 per dolar
- Yuan offshore tidak banyak berubah di 7,1216 per dolar
- Dolar Australia tidak berubah di US$0,6527
Kripto
- Bitcoin sedikit berubah menjadi US$102.648,29
- Ether sedikit berubah menjadi US$3.415,83
Obligasi
- Imbal hasil obligasi Australia 10 tahun turun dua basis poin menjadi 4,37%
(bbn)































