PCV13 merupakan vaksin yang digunakan sebagai preventif penyakit akibat infeksi streptococcus pneumoniae, seperti pneumonia, meningitis, sepsis, dan bakteremia. Produksi vaksin dilakukan melalui alih teknologi dan proses fill-finish di Indonesia.
CanSino bertindak sebagai produsen bahan aktif atau active pharmaceutical ingredient (API) dan penyedia teknologi hulu, sedangkan Etana melakukan pengemasan steril sesuai standar Good Manufacturing Practices (GMP).
"Inisiatif ini merupakan tonggak penting dalam strategi kemandirian vaksin nasional Indonesia," ujar Taruna.
BPOM juga memberikan apresiasi terhadap pengembangan vaksin tuberkulosis inhalasi AdTB105K yang juga menjadi hasil kolaborasi CanSino dan Etana. Vaksin ini menggunakan platform Ad5-vector untuk mencegah infeksi baru dan reaktivasi TB laten.
"Kami berharap kemitraan ini terus berkembang dan menghasilkan vaksin yang aman, efektif, dan berkualitas agar dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat di kedua negara," tutupnya.
(dov/ros)





























