Sebab menurut Bob, fokus BSI saat ini adalah mendorong pembiayaan pada sektor-sektor yang memiliki dampak luas terhadap perekonomian dan sesuai dengan visi penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional.
"Jadi segmen-segmen yang menjadi salah satu priority buat BSI itu ada misalnya dari pendidikan, kesehatan, rumah sakit, kemudian halal industri, which is itu bisa food, bisa fashion. Ya, itu dulu yang kemudian lebih utama. Itu the first way out-nya," tuturnya.
Seperti yang diketahui, BPI Danantara menerbitkan Patriot Bond dengan nilai sekitar Rp50 triliun atau setara US$3,1 miliar.
Penerbitan dilakukan melalui skema private placement dan sepenuhnya bersifat sukarela bagi pelaku usaha yang ingin berpartisipasi.
Patriot Bond dibagi ke dalam dua seri, yakni seri A dengan tenor lima tahun dan seri B dengan tenor tujuh tahun. Instrumen ini menawarkan tingkat kupon tetap 2%, di bawah rata-rata imbal hasil pasar. Meski demikian, obligasi ini bersifat tradable dan dapat dijadikan agunan di bank-bank Himbara seperti Mandiri dan BNI.
Dana yang dihimpun dari Patriot Bond diarahkan untuk membiayai proyek-proyek transisi energi nasional. Salah satu yang telah diumumkan adalah program waste-to-energy (WtE), di mana Danantara menargetkan 33 proyek pengolahan sampah menjadi energi di berbagai daerah.
Proyek ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat ekonomi tetapi juga menjawab tantangan lingkungan dan membuka lapangan kerja baru.
(dhf)






























